KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang memberikan edukasi keimigrasian kepada ratusan siswa kelas XII SMAN 4 Karawang, Selasa (29/9/2026).
Edukasi tersebut dikemas melalui program Immigration Socialization Program for Education (INSPIRE) dengan tema “Layanan dan Penegakan Hukum Keimigrasian”. Kegiatan ini merupakan rangkaian ketiga program INSPIRE yang digelar Imigrasi Karawang sepanjang 2026.
Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Karawang, Madriva Rumadyo Gusmaritno, mengatakan edukasi tersebut tidak hanya mengenalkan tugas dan fungsi keimigrasian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Imigrasi bukan hanya soal menerbitkan paspor. Kami juga memiliki peran dalam mencegah TPPO, termasuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai modus atau motif yang sering digunakan pelaku,” kata Madriva.
Menurutnya, kelompok usia 18 hingga 40 tahun menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap risiko TPPO. Karena itu, literasi keimigrasian perlu diberikan sejak bangku sekolah.
“Melalui edukasi ini, kami ingin para siswa lebih waspada, mengenali modus TPPO dan mampu melindungi diri agar tidak menjadi korban,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga mendapatkan informasi mengenai Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (POLTEKIMIPAS). Materi yang disampaikan mencakup lingkungan pendidikan, bidang yang dipelajari hingga peluang pengembangan karier setelah menyelesaikan pendidikan kedinasan.
“Kami berharap siswa yang memiliki minat di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan mendapatkan informasi yang lebih jelas sehingga POLTEKIMIPAS bisa menjadi salah satu pilihan pendidikan setelah lulus SMA,” ucap Madriva.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMAN 4 Karawang, Taupik, mengapresiasi program INSPIRE yang menyasar langsung kalangan pelajar.
Menurutnya, pemahaman mengenai keimigrasian penting diberikan kepada siswa karena berkaitan dengan pengawasan keluar-masuk seseorang dari suatu negara serta perlindungan masyarakat.
“Setiap negara itu punya pintu. Sama seperti rumah, kalau siapa saja bebas masuk dan keluar tentu tidak nyaman. Karena itu, pintu harus dijaga,” kata Taupik.
Ia berharap edukasi tersebut dapat membuat siswa lebih memahami pentingnya menjaga diri, terutama ketika mendapatkan tawaran bekerja atau bepergian ke luar negeri.
Program INSPIRE menjadi salah satu inovasi Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang pada 2026. Program ini menyasar masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa yang berada dalam kelompok usia produktif, dengan memberikan edukasi keimigrasian sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya TPPO.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
