Modul Pembelajaran Gratis di Karawang Rampung Didistribusikan, Sasar 286 Ribu Siswa

Gelar Maulana Media
Disdikbud Karawang memastikan distribusi modul pembelajaran gratis untuk 286 ribu siswa SD dan SMP negeri telah rampung 100 persen. Foto : Gelar Maulana Media

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang memastikan pendistribusian modul pembelajaran gratis bagi siswa SD dan SMP negeri telah rampung 100 persen.

Program tersebut menjangkau sekitar 286 ribu siswa yang tersebar di 853 SD negeri dan 90 SMP negeri di 30 kecamatan Kabupaten Karawang.

Kepala Disdikbud Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah mengatakan, seluruh modul yang menjadi sasaran program telah dikirim ke sekolah dan diterima siswa.

“Semua sudah tuntas terdistribusikan untuk semua jenjang sekolah negeri se-Kabupaten Karawang,” kata Wawan, Selasa (29/9/2026).

Dari total penerima, sekitar 213 ribu siswa SD kelas 1 hingga kelas 6 mendapatkan modul pembelajaran. Sementara di tingkat SMP, program tersebut menyasar sekitar 73 ribu siswa kelas 7 hingga kelas 9.

Wawan menyebut distribusi modul untuk jenjang SD telah selesai sejak 16 September 2026. Adapun distribusi untuk jenjang SMP juga telah dituntaskan.

“Untuk SD sudah semuanya sekitar 16 September 2026. SMP juga sudah selesai sejak lama. Jadi seluruh siswa yang menjadi sasaran sudah terdistribusi,” ujarnya.

Baru Lima Mata Pelajaran

Meski distribusi telah rampung, Wawan mengakui modul gratis yang diberikan pemerintah belum mencakup seluruh mata pelajaran.

Dari sembilan mata pelajaran yang dibutuhkan siswa, baru lima mata pelajaran yang tersedia melalui program tersebut. Sementara empat mata pelajaran lainnya, yakni Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani, Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Bahasa Sunda, masih harus dipenuhi secara mandiri.

“Untuk sisanya, bisa dibeli secara mandiri melalui Koperasi Merah Putih,” katanya.

Menurut Wawan, penyelesaian distribusi menjadi bagian penting agar seluruh sekolah sasaran dapat menggunakan modul secara serentak dalam proses pembelajaran.

“Targetnya memang seluruh siswa mendapatkan modul. Kami memastikan distribusinya tidak hanya sampai di sekolah, tetapi benar-benar diterima dan dapat dimanfaatkan oleh siswa dalam proses pembelajaran,” tuturnya.

Guru Juga Mendapat Modul

Selain siswa, modul pembelajaran tersebut juga diberikan kepada guru untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di kelas.

Di jenjang SD, modul digunakan oleh lebih dari 5.000 guru, sedangkan di tingkat SMP dimanfaatkan oleh lebih dari 400 guru.

Wawan mengatakan, modul tersebut dapat menjadi salah satu bahan ajar yang digunakan wali kelas maupun guru dalam menyampaikan materi kepada siswa.

“Modul ini diharapkan menjadi salah satu instrumen pendukung pembelajaran. Guru bisa menggunakannya dalam proses belajar mengajar, sementara siswa memiliki bahan pembelajaran yang bisa dipelajari sesuai dengan materi yang diberikan,” jelasnya.

Disdikbud Karawang selanjutnya akan memantau pemanfaatan modul di sekolah-sekolah. Pemantauan dilakukan untuk memastikan modul yang telah didistribusikan benar-benar digunakan dan memberikan manfaat.

“Setelah distribusi selesai, tentu yang tidak kalah penting adalah pemanfaatannya. Kami ingin modul yang sudah diterima ini benar-benar digunakan dalam pembelajaran dan memberikan manfaat bagi siswa maupun guru,” pungkas Wawan.

Dengan rampungnya distribusi tersebut, Disdikbud Karawang memastikan seluruh siswa SD kelas 1-6 dan SMP kelas 7-9 yang menjadi sasaran program telah mendapatkan modul pembelajaran gratis.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network