KARAWANG, iNEWSKarawang.id — Seekor monyet peliharaan mengamuk dan menggigit pemiliknya di Desa Karanganyar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka pada kaki kiri hingga harus mendapat lima jahitan.
Petugas BPBD Karawang, Kusnadi, mengatakan monyet tersebut sudah dipelihara korban selama sekitar enam tahun. Namun, hewan tersebut diduga mengalami stres hingga lepas dari tempat pemeliharaan dan menyerang pemiliknya.
“Awalnya itu monyet peliharaan. Sudah dipelihara kurang lebih enam tahun. Mungkin karena stres, kemudian lepas dan akhirnya menggigit pemiliknya,” kata Kusnadi, Selasa (29/9/2026).
Korban kemudian dibawa ke klinik untuk mendapatkan perawatan. Luka akibat gigitan monyet tersebut berada di bagian kaki kiri dan membutuhkan lima jahitan.
Menurut Kusnadi, monyet tersebut tidak pergi jauh setelah lepas. Hewan itu hanya berkeliaran beberapa rumah dari lokasi pemeliharaan sehingga petugas BPBD dapat segera melakukan evakuasi.
“Monyetnya tidak pergi terlalu jauh. Masih berada di sekitar lokasi, hanya beberapa rumah dari tempat dipelihara,” ujarnya.
Setelah berhasil diamankan, monyet tersebut untuk sementara dikembalikan ke lokasi pemeliharaan. Petugas kemudian mengikatnya menggunakan rantai pada bagian pinggang yang dilengkapi spons sebagai pelindung agar tidak melukai tubuhnya.
Namun, pemilik mengaku trauma dan khawatir monyet kembali menyerang. Pemilik kemudian meminta agar hewan tersebut dievakuasi dan tidak lagi dipelihara.
“Yang punya juga mungkin trauma dan khawatir menyerang kembali. Jadi, pemilik meminta supaya monyet tersebut dibawa dan tidak dipelihara lagi,” kata Kusnadi.
BPBD melalui tim Pemadam Kebakaran (Damkar) kemudian melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai lokasi penampungan monyet tersebut.
“Untuk selanjutnya akan kami koordinasikan mau dibawa ke mana. Kalau ada dinas terkait yang menangani dan memiliki tempat penampungan, alangkah baiknya dibawa ke sana,” ujarnya.
Kusnadi mengimbau masyarakat mempertimbangkan kembali risiko sebelum memelihara hewan liar, terutama ketika hewan tersebut sudah tumbuh besar dan pemilik tidak lagi mampu merawatnya.
“Kalau hewannya sudah besar atau pemilik sudah tidak siap memeliharanya, risikonya bisa menyerang. Jadi, lebih baik dipertimbangkan kembali sebelum memelihara hewan liar,” katanya.
Ia menegaskan, hewan liar atau buas memiliki risiko terhadap keselamatan manusia sehingga membutuhkan penanganan dan perawatan yang tepat.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
