KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Karawang terus mengebut penyelesaian pekerjaan infrastruktur menjelang akhir 2026.
Tak hanya perbaikan jalan, percepatan dilakukan pada pekerjaan bangunan dan sumber daya air (SDA).
Kepala DPUPR Karawang, Rusman, mengatakan progres pekerjaan secara keseluruhan sudah mencapai 75 hingga 80 persen.
“Kalau kontrak sudah 90 persen ke atas. Untuk bangunan hampir 90 persen, kemudian SDA juga sama. Untuk pekerjaan secara keseluruhan sekitar 75 sampai 80 persen,” ujar Rusman, Rabu (30/9/2026).
Ia menargetkan seluruh pekerjaan selesai paling lambat 21 Desember 2026. Untuk upaya sendiri, tambah Rusman, Monitoring ke lapangan terus dilakukan untuk memastikan pekerjaan sesuai target dan mencegah keterlambatan pembayaran.
“Targetnya sampai 21 Desember 2026. Insyaallah kalau ada yang lewat itu kemungkinan sedikit. Kita juga mencoba untuk monitoring ke lokasi langsung,” katanya.
Rusman menyebut sejumlah proyek besar bahkan ditargetkan selesai lebih cepat, yakni pada Oktober 2026.
Proyek tersebut antara lain Cikalong-Cilamaya, Jembatan Harmoni, Cemara, Pasar Cibuaya, Pinayungan-Wadas, Galuh Mas dan Karawang Barat.
“kalau Jembatan Harmoni kan sudah selesai ya. Untuk yang besar-besar lain, Cikalong-Cilamaya, Cemara dan Pasar Cibuaya ini mungkin Oktober akan tuntas. Pinayungan-Wadas juga kemungkinan Oktober,” ujarnya.
“Termasuk Galuh Mas dan Karawang Barat kita targetkan Oktober selesai. Semoga cuaca mendukung untuk merampungkan seluruhnya,” lanjut Rusman.
Menurutnya, masih ada sejumlah pekerjaan jalan dan SDA yang dalam proses. Namun, DPUPR memastikan pekerjaan tersebut terus dikebut.
“SDA dan beberapa di bidang jalan masih proses, namun insyaallah itu cepat dilaksanakan,” katanya.
Di sisi lain, serapan anggaran DPUPR belum sejalan dengan progres fisik. Per 22 September 2026, serapan tercatat 33,8 persen dan kini diperkirakan berada di kisaran 35 hingga 40 persen.
“Kalau progres pekerjaan sudah 75 sampai 80 persen, memang tidak linier dengan serapan anggaran kita. Update terakhir 22 September sekitar 33,8 persen, sekarang kemungkinan sudah 35 sampai 40 persen,” jelasnya.
Dalam prosesnya, Rusman mengatakan pelaksanaan pekerjaan tahun ini sempat terkendala kenaikan harga material dan proses lelang. Sejumlah pekerjaan bahkan harus melalui lelang ulang karena gagal lelang.
“Di awal tahun ada kenaikan harga dan dilakukan HPS ulang. Bahkan ada pekerjaan yang siap lelang sempat ditunda,” ujarnya.
Ia mencontohkan pekerjaan jalan menuju Sekolah Rakyat di Tegalwaru, Belendung dan Ciserut yang sempat gagal lelang hingga tiga kali dan kini baru mulai berjalan.
“Yang besar-besar itu dilakukan lelang berulang karena gagal lelang. Ada tiga kali gagal, seperti jalan masuk Sekolah Rakyat Tegalwaru, Belendung dan Ciserut. Sekarang baru berjalan,” katanya.
Meski mengejar percepatan, DPUPR tetap menekankan kualitas pekerjaan. Ia juga menegaskan agar Penyedia jasa mengerjakan proyek sesuai spesifikasi dan tidak asal-asalan.
“Kita menekankan kepada penyedia jasa, pekerjaan harus sesuai spesifikasi. Kita juga lakukan pendampingan dan pembinaan dengan pengawas agar sesuai dengan spesifikasi pekerjaan,” tegas Rusman.
Terhadap pekerjaan yang terlambat, DPUPR akan melakukan evaluasi. Sejumlah penyedia juga telah mendapatkan teguran melalui SP 1 hingga SP 3.
“Kalau ada yang terlambat akan kita evaluasi. Ada juga yang sudah diberikan teguran SP 1, 2, 3, namun mereka menunjukkan percepatan,” katanya.
Rusman berharap seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai target dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Untuk penyedia, jangan sampai mengerjakan asal-asalan. Harus lebih baik dari tahun lalu, demi mewujudkan Kabupaten Karawang yang lebih baik, khususnya dari segi sarana publik,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
