Di Balik Perjalanan Dinas Dinkes Karawang, Ada Mobilitas Nakes untuk Layani Masyarakat
Sementara itu, sejumlah obat program seperti obat TBC, HIV, malaria dan obat kesehatan jiwa diperoleh melalui mekanisme dropping dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
“Banyak obat program yang memang tidak kita beli. Obat TBC, HIV itu tidak boleh beli, harus dropping,” tegas Kurniasih.
Dropping obat tersebut dilakukan sebanyak empat kali dalam setahun. Jika kebutuhan di puskesmas tidak mencukupi, pengajuan tambahan dapat dilakukan berdasarkan laporan penggunaan obat.
Kurniasih mengatakan, Dinkes juga terus mendorong kemandirian puskesmas dalam memenuhi kebutuhan obat sehingga tidak seluruhnya bergantung pada pengadaan di tingkat Dinkes.
“Kita tetap mendorong kemandirian puskesmas. Jadi tidak semuanya harus bergantung pada pengadaan dari Dinkes,” katanya.
Ia menyebut, secara umum ketersediaan obat esensial di Kabupaten Karawang relatif terjaga.
“Karawang setiap tahun termasuk yang selalu memenuhi kebutuhan obat esensial,” pungkasnya.
Di tengah berbagai evaluasi terhadap pelayanan kesehatan, Kurniasih juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karawang apabila pelayanan Dinkes selama ini masih dinilai kurang maksimal.
Editor: Frizky Wibisono