Di Balik Perjalanan Dinas Dinkes Karawang, Ada Mobilitas Nakes untuk Layani Masyarakat
Sebanyak 3.352 ODGJ telah mendapatkan penanganan melalui puskesmas. Sementara 46 ODGJ dengan kondisi berat dirujuk ke RSJ Marzuki Mahdi dan RSJ Cisarua Bandung.
Penanganan juga mencakup ODGJ terlantar, termasuk warga luar Karawang dan Mr. X. Petugas puskesmas memberikan perawatan dasar, seperti memandikan, memotong rambut dan kuku serta memberikan pakaian layak.
“Dinas Kesehatan dan puskesmas tidak bekerja sendiri. Kami membutuhkan peran lintas sektor,” tegas Kurniasih.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan setiap kasus dapat ditangani sesuai kebutuhan.
“Seperti yang selalu disampaikan oleh Bapak Bupati Karawang, untuk keberhasilan tidak bisa dengan Superman, tapi harus Superteam,” tambahnya.
Selain perjalanan dinas dan kesehatan jiwa, Kurniasih juga memberikan penjelasan mengenai pengadaan obat di Kabupaten Karawang.
Ia mengatakan, anggaran pengadaan obat pada 2026 sekitar Rp8 miliar. Namun, angka tersebut masih di bawah kebutuhan ideal obat yang sebenarnya dapat mencapai belasan miliar rupiah.
“Kalau bicara kebutuhan, bisa belasan miliar. Sekarang sudah hanya sekitar Rp8 miliar. Tapi terbantu dengan kapitasi puskesmas,” ungkap Kurniasih.
Editor: Frizky Wibisono