Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas
Advertisement . Scroll to see content

Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, Karawang Kejar APS 100 Persen pada 2030

Kamis, 17 September 2026 | 20:46 WIB
  • author Gelar Maulana Media
Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, Karawang Kejar APS 100 Persen pada 2030
APS PAUD Karawang mencapai 90,76 persen. Pemkab menargetkan partisipasi pendidikan prasekolah 100 persen pada 2030. Foto : Istimewa

 

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Angka Partisipasi Sekolah (APS) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Karawang terus meningkat. Pada 2026, APS anak usia 5-6 tahun tercatat mencapai 90,76 persen.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dalam memperluas akses pendidikan prasekolah melalui program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah.

Program tersebut dituangkan dalam Grand Desain Implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah Kabupaten Karawang 2026-2030. Pemkab Karawang menargetkan cakupan pendidikan prasekolah mencapai 100 persen pada 2030.

Kepala Disdikbud Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah mengatakan, peningkatan APS menjadi salah satu pijakan dalam pelaksanaan program tersebut.

“APS anak usia 5-6 tahun saat ini sudah mencapai 90,76 persen. Targetnya bukan hanya meningkatkan angka partisipasi, tetapi memastikan anak-anak usia prasekolah mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Wawan, Kamis (17/9/2026).

Menurut Wawan, implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah akan dilakukan secara bertahap selama lima tahun.

Pada 2026, Disdikbud fokus pada persiapan kebijakan, penyusunan regulasi, pemetaan dan pendataan, serta sosialisasi dan advokasi.

Selanjutnya pada 2027, program diarahkan pada penguatan kelembagaan PAUD, peningkatan akses layanan, pengadaan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia, hingga pendampingan satuan PAUD.

Memasuki 2028, fokus program diperluas melalui peningkatan layanan PAUD, kemitraan dan kolaborasi, penguatan peran masyarakat serta pemanfaatan teknologi.

Sedangkan pada 2029, program diarahkan pada penguatan mutu pembelajaran, PAUD Holistik Integratif, monitoring dan evaluasi, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

“Pada 2030, kami menargetkan tercapainya cakupan universal melalui pelaksanaan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dengan layanan yang berkualitas dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PAUD PNF) Disdikbud Karawang, Sutarman mengatakan, saat ini terdapat 1.457 satuan pendidikan PAUD di Kabupaten Karawang.

Satuan tersebut terdiri atas Taman Kanak-kanak (TK), Satuan PAUD Sejenis (SPS), Kelompok Bermain (KB), dan Taman Penitipan Anak (TPA).

“Jumlah satuan PAUD ada 1.457, terdiri dari TK, SPS, KB dan TPA. Untuk jumlah murid berdasarkan data Dapodikdasmen 2026 sekitar 53 ribu,” ujar Sutarman.

Meski demikian, Sutarman menyebut masih terdapat ribuan anak usia prasekolah yang belum mendapatkan layanan pendidikan.

“Masih terdapat 8.886 anak usia 5-6 tahun yang belum terlayani pendidikan prasekolah. Selain itu, sebanyak 14 persen desa belum memiliki PAUD yang memenuhi standar,” katanya.

Kondisi tersebut membuat perluasan akses dan pemerataan layanan menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah.

Disdikbud Karawang menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya penguatan PAUD desa, penjangkauan anak yang belum terlayani, kampanye mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

Sutarman mengatakan, peningkatan APS akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 100 persen pada 2030.

“Dalam matriks indikator keberhasilan, APS anak usia 5-6 tahun ditargetkan mencapai 91,59 persen pada 2026, 93,70 persen pada 2027, 95,80 persen pada 2028, 97,90 persen pada 2029, dan 100 persen pada 2030,” jelasnya.

Selain mengejar peningkatan angka partisipasi, Disdikbud juga memprioritaskan peningkatan kualitas layanan PAUD. Fokus tersebut mencakup literasi, numerasi, penguatan karakter, PAUD Holistik Integratif, transisi PAUD-SD, digitalisasi pembelajaran hingga kemitraan.

“Kami menargetkan program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dapat memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas layanan PAUD hingga mencapai cakupan universal pada 2030,” tandas Sutarman.

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut