KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di dalam lingkungan tiga sekolah yang ada di Kabupaten Karawang diduga memicu dampak serius mulai dari pagar ambruk, sarana dan prasarana rusak, hingga menyusutnya area lapangan sekolah yang berpotensi mengganggu keselamatan, aktivitas belajar hingga kegiatan siswa.
Berdasarkan pantauan, tiga sekolah yang diduga mengalami dampak serius adalah SDN Barugbug II dan SDN Jatibaru I, Kecamatan Jatisari hingga yang terparah di SDN Kutamaneuh I, Kecamatan Tegalwaru.
Kepala SDN Kutamaneuh I, Ujang Setia Priatna, mengungkapkan pagar sekolahnya ambruk pada Minggu, (25/1/2026) dan langsung dilaporkan ke Disdikbud Karawang dan pihak KDMP keesokan harinya.
Ia menegaskan, sebelum adanya pembangunan KDMP di halaman sekolah, SDN Kutamaneuh I tidak pernah mengalami persoalan kerusakan bangunan.
Menurut Ujang, lokasi pagar yang roboh berbatasan langsung dengan area proyek KDMP atau Kopdes Merah Putih yang dikerjakan menggunakan alat berat. Kondisi tanah yang terjal dan labil, ditambah pengerjaan saat musim hujan, diduga kuat memperparah pergeseran tanah.
“Waktu pengrataan tanah proyek KDMP pakai alat berat, dengan kondisi tanah disini yang memang terjal, serta pengerjaan pembangunan dilakukan saat musim hujan, tanah jadi labil, jadinya longsor ke arah pagar sampai roboh,” ujar Ujang, Kamis (5/2/2026).
Tak hanya pagar, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) sekolah juga diduga terdampak. Ujang menyebut, Septic tank dan sumur berada tepat di area terdampak pembangunan Kopdes Merah Putih disebut ikut terkeruk sehingga MCK tidak bisa lagi difungsikan.
“Septic tank dan sumur terkeruk. MCK tidak lagi berfungsi. Ini satu-satunya fasilitas MCK yang ada di sekolah kami. Jadi saat ini guru atau siswa yang mau buang air harus ikut ke rumah warga atau ke masjid. Kami berharap penanganan MCK oleh pihak Kopdes dapat didahulukan. Kami khawatir ada pergeseran lagi,” katanya.
Meski demikian, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) masih berjalan dan tidak ada korban saat pagar roboh.
Sementara itu di Kecamatan Jatisari, pembangunan Kopdes Merah Putih di SDN Barugbug II dan SDN Jatibaru I disebut memanfaatkan atau membangun di tengah-tengah lahan lapangan sekolah.
Kondisi tersebut membuat luas area kegiatan siswa berkurang drastis sehingga menyulitkan aktivitas olahraga, upacara bendera, dan ruang bermain.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
