Dereta Hukum Bacaan Tajwid di Alquran

Intan Afika Nuur Aziizah , Okezone
Bacaan Tajwid Al Quran. (Foton: Okezone)

JAKARTA, iNewsKarawang.id - Ketahuilah inilah deretan bacaan hukum tajwid di dalam Alquran. Sangat penting kita ketahui sebagai umat Muslim agar dapat membaca Alquran secara tepat dan tartil serta juga tahu makhorijul huruf maupun kapan harus berhenti dan lanjut ketika membaca, sehingga menjadi lebih indah ketika membaca dan membaguskan makna yang ada di dalamnya.

Salah satu upaya agar dapat membaca Alquran secara tepat dan tartil yaitu belajar ilmu tajwid, ilmu yang mempelajari mengenai cara pengucapan serta pelafalan Alquran. Tanpa adanya ilmu tajwid, maka membaca ayat suci Alquran akan menjadi berantakan, karena ketika suatu ilmu tajwid tersebut salah, artinya pun dapat berbeda.

sebagaimana dirangkum dari laman Ilmutajwid, Senin (15/8/2022).

Hukum Bacaan Nun Mati atau Tanwin

Hukum bacaan nun mati bertemu suatu huruf. Hukum ini dibagi dalam beberapa kategori.

1. Idzhar Halqi

Idzhar mempunyai makna terang atau jelas. Disebut Izhar Halqi hal ini disebabkan oleh makhraj dari huruf-huruf tersebut keluarnya dari dalam tenggorokan (halq). Hukum Idzhar Halqi ini berlaku bila terdapat Nun Sukun ( نْ ) ataupun juga tanwin (dhomah tanwin (ــٌـ), kasrah tanwin (ــٍــ) dan fathah tanwin (ــًـ)/ sesudahnya bertemu dengan huruf-huruf = Alif (ا), ‘Ain (ع), Ghain (غ), Ha (ح), Kha (خ), Ha’ dan Hamzah ( ء ) , akan tetapi nun mati ( نْ ) ataupun juga tanwin ــًــ, ــٍــ, ــٌــ jarang sekali ketemu dengan huruf hijaiyah Hamzah ( ء ), namun huruf Hamzah ini merupakan salah satu bagian dari huruf Idzhar Halqi. Contohnya: مَنْ اُوْتِيَ dibaca: man uutiya.

2. Idgham bigunnah

Hukum Idgham Bighunnah dan ini sering sekali disebut dengan Idgham Ma’al Ghunnah yaitu suatu hukum tajwid yang berlaku ketika ada Nun mati [نْ ] atau tanwin ( ــًــ, ــٍــ, ــٌــ ) yang bertemu dengan huruf Mim [م], Nun [ن], Waw [و], dan huruf Ya [ي] dan tidak dalam satu kata / kalimat atau harus secara terpisah.

Cara membaca dari Idgham Bighunnah yaitu dengan cara meleburkan نْ [nun mati] ataupun tanwin, baik itu dhommah tanwin [ــٌــ], kasrah tanwin [ــٍــ], ataupun fathah tanwin [ــًــ] menjadi suara huruf yang ada di depannya mim [م], nun [ن], waw[و] dan ya [ي], atau dari keempat huruf tersebut seolah-olah seperti diberi tanda tasydid, dan diiringi dengan menggunakan suara yang berdengung sekitar 2 sampai 3 harakat. Contohnya: لِمَنْ يَرَى tulisan aslinya adalah liman yaraa, dan dibacanya adalah limayyaraa.

Editor : Faizol Yuhri

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network