Tekan Angka Anak Putus Sekolah, Pemkab Karawang Salurkan Bantuan Rp4,89 Miliar Lewat 59 PKBM
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mengalokasikan anggaran Rp4,89 miliar untuk membantu 3.018 anak tidak sekolah (ATS) agar kembali mengenyam pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) pada tahun anggaran 2026.
Bantuan biaya personal pendidikan tersebut disalurkan melalui 59 PKBM yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Karawang. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memperluas akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah mengatakan, program tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka anak putus sekolah.
Menurutnya, penanganan ATS menjadi salah satu indikator penting dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Partisipasi sekolah anak usia 7–15 tahun di Karawang sudah mencapai lebih dari 97 persen. Namun, penanganan anak tidak sekolah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diselesaikan,” ujar Wawan, Rabu (4/11/2026).
Ia mengakui, bantuan yang diberikan kepada 3.018 warga belajar dengan anggaran sekitar Rp4,89 miliar tersebut belum mampu menjangkau seluruh anak yang membutuhkan.
“Kami ingin memperluas cakupan penerima bantuan. Namun, pelaksanaannya tetap harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdikbud Karawang, Sutarman menjelaskan, bantuan diberikan berdasarkan jenjang pendidikan kesetaraan yang ditempuh warga belajar.
Untuk peserta Paket A, bantuan sebesar Rp1,31 juta per orang, Paket B Rp1,51 juta, dan Paket C Rp1,82 juta.
“Bantuan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan personal pendidikan, seperti membeli tas, sepatu, pakaian sekolah, serta tambahan biaya transportasi bagi warga belajar PKBM,” jelas Sutarman.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap melalui Bank BJB. Petugas bank mendatangi langsung PKBM sesuai jadwal yang telah ditentukan, dengan rata-rata empat lokasi penyaluran setiap hari.
Sutarman memastikan dana bantuan ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima tanpa melalui perantara.
“Dengan sistem transfer langsung, bantuan bisa diterima oleh masing-masing warga belajar sehingga lebih tepat sasaran dan transparan,” tegasnya.
Ia menyebutkan, program bantuan biaya personal pendidikan tersebut telah berjalan selama dua tahun berturut-turut. Disdikbud berharap program ini terus berlanjut agar anak-anak yang telah kembali bersekolah tidak kembali putus pendidikan karena kendala ekonomi.
“Harapan kami program ini berkelanjutan. Jangan sampai anak-anak yang sudah kembali belajar justru berhenti lagi karena tidak mendapatkan dukungan. Kami ingin mereka bisa menyelesaikan pendidikan mulai Paket A, B hingga Paket C,” ungkapnya.
Selain bantuan biaya pendidikan, Pemkab Karawang juga menyiapkan program peningkatan keterampilan atau life skill bagi warga belajar PKBM.
Terdapat sekitar tujuh jenis pelatihan yang disiapkan, meliputi komputer, menjahit, menyetir, mandor, teknisi AC, tata rias kecantikan, dan tata rias pengantin. Program tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).
Melalui program pendidikan kesetaraan dan pelatihan keterampilan tersebut, pemerintah berharap anak-anak yang kembali bersekolah tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memasuki dunia kerja maupun membangun kemandirian ekonomi.
Editor: Frizky Wibisono