Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Menilik Program Dokter Desa di Karawang, Berikan Layanan Gratis hingga Jemput Bola ke Warga
Advertisement . Scroll to see content

Jaga Kuliner Legendaris, Bubur Cilamaya Diusulkan Jadi WBTB Nasional

Rabu, 04 November 2026 | 20:22 WIB
  • author Gelar Maulana Media
Jaga Kuliner Legendaris, Bubur Cilamaya Diusulkan Jadi WBTB Nasional
Disdikbud Karawang mengusulkan Bubur Cilamaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tingkat nasional. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang mengusulkan Bubur Cilamaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tingkat nasional.

Kuliner tradisional asal Kecamatan Cilamaya Wetan tersebut dinilai memiliki keunikan dan nilai sejarah yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Karawang.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Karawang, Waya Karmila mengatakan, proses pengusulan sudah mulai dilakukan. Pihaknya telah mendatangi sejumlah narasumber di wilayah Cilamaya Wetan untuk menggali sejarah dan keunikan Bubur Cilamaya.

Menurut Waya, ciri khas kuliner tersebut terletak pada penggunaan kuah kecap dan taburan kerupuk mi kuning yang membedakannya dari bubur pada umumnya.

“Yang membedakan Bubur Cilamaya menurut versi itu ada di kerupuk dan kecap. Zaman dulu kecapnya menggunakan merek Cap Bangau,” ujar Waya, Rabu (4/11/2026).

Ia menjelaskan, Bubur Cilamaya tidak hanya dikenal di daerah asalnya, tetapi juga sudah dijajakan di sejumlah wilayah, termasuk di pusat Kota Karawang.

Waya menilai, pengusulan WBTB menjadi salah satu langkah penting untuk mendokumentasikan sekaligus menjaga keberadaan kuliner tradisional tersebut agar tidak hilang ditelan zaman.

“Jangan sampai ini punah. Walaupun keberadaannya masih ada, tetap harus kita revitalisasi sebagai warisan budaya lokal di Kabupaten Karawang,” katanya.

Selain untuk pelestarian, pengakuan sebagai WBTB nasional diharapkan dapat memperkuat posisi Bubur Cilamaya sebagai salah satu ikon kuliner tradisional Karawang.

Disdikbud juga mendorong agar kuliner tersebut terus diperkenalkan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan kebudayaan maupun agenda yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Di kegiatan kuliner maupun setiap ada UMKM juga ditampilkan Bubur Cilamaya, termasuk yang sering ada di pusat Kota Karawang,” pungkasnya.

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut