Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Menilik Program Dokter Desa di Karawang, Berikan Layanan Gratis hingga Jemput Bola ke Warga
Advertisement . Scroll to see content

Karawang Jadi Percontohan Wayang Golek di Jabar, Sekolah Dalang Jaring Generasi Muda

Rabu, 04 November 2026 | 20:31 WIB
  • author Gelar Maulana Media
Karawang Jadi Percontohan Wayang Golek di Jabar, Sekolah Dalang Jaring Generasi Muda
Kabupaten Karawang menjadi daerah percontohan pengembangan seni wayang golek dan pedalangan di Jawa Barat. Foto : Gelar Maulana Media

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Kabupaten Karawang menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) pengorganisasian seni wayang golek dan pengembangan pedalangan di Jawa Barat.

Keberhasilan tersebut didukung pembinaan melalui Sekolah Dalang, regenerasi seniman sejak usia dini, serta prestasi dalam berbagai kompetisi pedalangan tingkat provinsi hingga nasional.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang, Waya Karmila mengatakan, pengelolaan organisasi pedalangan di Karawang kini menjadi rujukan bagi sejumlah daerah lain di Jawa Barat.

Salah satu program unggulan yang terus dikembangkan yakni Sekolah Dalang yang dikelola Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Karawang dengan memanfaatkan fasilitas kantor Disdikbud. Kegiatan belajar berlangsung rutin setiap Sabtu dan Minggu.

“Pesertanya bukan hanya dari Karawang. Ada juga murid dari luar daerah, seperti Subang dan Bekasi, yang datang untuk belajar pedalangan di sini,” ujar Waya, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya, minat generasi muda terhadap seni wayang golek mulai tumbuh. Peserta Sekolah Dalang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA.

Menariknya, perkembangan teknologi digital turut membantu proses regenerasi dalang. Anak-anak kini dapat mempelajari seni pedalangan tidak hanya melalui pembelajaran langsung, tetapi juga dari pertunjukan dan tayangan di media sosial maupun YouTube.

Waya menjelaskan, terdapat tiga metode pembelajaran dalam dunia pedalangan, yakni guru didik, guru panggung, dan guru dengar.

“Jadi, ada tiga guru dalam pedalangan. Pertama guru didik, kedua guru panggung, dan ketiga guru dengar atau sekarang melalui media sosial dan YouTube. Justru era digital ini membantu anak-anak untuk belajar dan mengenal seni dalang,” katanya.

Pembinaan tersebut juga dibuktikan dengan keikutsertaan Karawang dalam Festival Dalang Anak Seluruh Indonesia pada 2-4 November 2026. Dalam ajang tersebut, Disdikbud bersama Pepadi Karawang mengirimkan dua dalang anak untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional.

Selain dalang anak, Karawang juga memiliki potensi pedalangan dari kalangan remaja dan dewasa. Berdasarkan data Disdikbud, terdapat 86 dalang remaja dan dewasa yang masih aktif berkarya.

“Dalang itu tidak ada pensiunnya. Pensiun seorang dalang itu manakala sudah tidak ada yang menanggap. Walaupun sudah tua, teman-teman dalang tetap ingin eksis dan terus berkarya,” ungkap Waya.

Untuk meningkatkan kualitas dan menyiapkan regenerasi, Disdikbud bersama Pepadi Karawang juga menyiapkan seleksi atau binojakrama dalang tingkat kabupaten. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi kompetisi pedalangan tingkat Provinsi Jawa Barat pada 2027.

Karawang bahkan dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi pedalangan Jawa Barat kategori dewasa terbuka pada 2027. Kepercayaan tersebut tidak terlepas dari prestasi Karawang yang berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi tingkat provinsi pada 2025.

Waya menjelaskan, penilaian dalam perlombaan pedalangan tidak hanya didasarkan pada kemampuan memainkan wayang. Seorang dalang juga harus menguasai berbagai unsur seni, mulai dari gerak tangan, ekspresi mata, vokal, dialog hingga iringan.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian juri di antaranya amardawa lagu, dialog, dan sabat. Seluruh unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas penampilan seorang dalang.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Disdikbud Karawang berharap pembinaan dan pelestarian seni wayang golek tetap berjalan. Salah satu rencana yang didorong yakni memperkuat pengenalan seni budaya tradisional di lingkungan sekolah pada 2027.

“Mudah-mudahan meskipun sekarang ada efisiensi anggaran, upaya melestarikan khazanah wayang golek di Kabupaten Karawang tetap berjalan. Ada atau tidak ada anggaran, pelestarian budaya harus tetap kita lakukan,” pungkasnya.

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut