Geger KPK Ungkap Tren Koruptor Sembunyikan Uang di 'Ani-Ani', KBC Langsung Pelototi Aliran APBD!
KARAWANG, iNewsKarawang.id — Pernyataan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ibnu Basuki Widodo yang mengungkap tren mayoritas koruptor menyembunyikan uang hasil kejahatan mereka pada 'ani-ani' (istilah bagi perempuan muda simpanan) mendapat tanggapan serius di daerah.
Direktur Karawang Budgeting Control (KBC), Ricky Mulyana, membenarkan bahwa fenomena tersebut memang marak terjadi dalam lingkaran kasus korupsi di Indonesia. Menanggapi hal itu, Ricky memberikan imbauan keras kepada seluruh pejabat publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang agar tidak terjerumus dalam pusaran tersebut.
"Tren itu memang banyak terjadi di kalangan koruptor. Oleh karena itu, kami mengimbau dengan sangat kepada para pejabat di Kabupaten Karawang untuk menjaga integritas. Jangan melakukan korupsi, apalagi sampai menyimpan uangnya di 'ani-ani'," ujar Ricky, Sabtu, 13 Juni 2026 kepada Redaksi iNewsKarawang.
Menurut Ricky, modus menyembunyikan aset atau uang panas pada pihak ketiga, termasuk perempuan simpanan, merupakan upaya klasik untuk mengelabui pelacakan aset (asset recovery) oleh aparat penegak hukum. Namun, ia mengingatkan bahwa sistem pelacakan keuangan saat ini sudah semakin canggih, sehingga tindakan tersebut pasti akan terendus.
Lebih lanjut, Ricky menegaskan bahwa KBC sebagai lembaga kontrol anggaran daerah tidak akan tinggal diam. Pihaknya berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap setiap rupiah yang mengalir dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Karawang.

Langkah ini diambil guna memastikan anggaran negara benar-benar tersalurkan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, bukan untuk membiayai gaya hidup mewah para oknum pejabat.
"Kami akan terus mengawal ketat penggunaan anggaran APBD Karawang dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada celah bagi oknum pejabat untuk bermain-main dengan uang rakyat," pungkas Ricky secara tegas.
Editor : Frizky Wibisono