get app
inews
Aa Text
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas

Minat Industri Mulai Bergeser Ke Purwakarta dan Subang, DPMPTSP Karawang : Ini Tantangan

Kamis, 03 September 2026 | 11:31 WIB
header img
DPMPTSP Karawang membantah investasi mulai bergeser ke Subang dan Purwakarta. Karawang dinilai masih unggul dari sisi lahan dan infrastruktur. Foto : Nurul Rahma Amalia

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karawang membantah anggapan bahwa pertumbuhan kawasan industri mulai bergeser dari Karawang ke Purwakarta dan Subang.

Kepala DPMPTSP Karawang, Iwan Ridwan F, menilai hingga saat ini belum terlihat dampak signifikan terhadap investasi di Karawang. Menurutnya, Karawang masih memiliki kawasan industri dengan lahan yang cukup luas dan daya tarik investasi yang kuat.

“Di Karawang masih luas lahan industrinya, enggak akan tergeser,” ujar Iwan, Senin (10/8/2026).

Iwan mengatakan, Purwakarta dan Subang memang memiliki keunggulan dari sisi biaya tenaga kerja. Upah minimum kabupaten (UMK) di kedua daerah tersebut relatif lebih rendah dibandingkan Karawang sehingga menjadi salah satu pertimbangan bagi industri yang membutuhkan banyak tenaga kerja.

“Kita kan lebih kepada padat modal. Sedangkan yang Purwakarta, Subang, dia punya padat karyanya masih ada lah, kalau UMK-nya masih di bawah Karawang,” katanya.

Meski persaingan antarwilayah semakin ketat, Iwan menyebut kondisi tersebut belum membuat posisi Karawang sebagai salah satu pusat investasi industri di Jawa Barat tergeser.

Hal itu tercermin dari realisasi investasi Triwulan II 2026. Karawang mencatat investasi sebesar Rp9,053 triliun atau 14,76 persen dari total investasi Jawa Barat dan berada di peringkat kedua setelah Kabupaten Bekasi.

Dari angka tersebut, investasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai sekitar Rp6,781 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp2,272 triliun.

Realisasi investasi tersebut juga menyerap 8.436 tenaga kerja dan menghasilkan 3.950 Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Menurut Iwan, salah satu keunggulan Karawang terletak pada infrastruktur dan aksesibilitas. Karawang memiliki akses yang relatif dekat dengan Jakarta, jaringan jalan tol, bandara, serta kawasan Pelabuhan Patimban di Subang.

“Karawang kan infrastrukturnya jauh lebih baik. Masih jauh lebih baik infrastruktur untuk akses ke kawasannya, untuk jalan tolnya lebih baik,” katanya.

Iwan juga membantah anggapan bahwa keterbatasan lahan menjadi penyebab investasi industri di Karawang berpotensi bergeser ke daerah lain.

Ia menyebut sejumlah kawasan industri di Karawang masih memiliki ruang untuk pengembangan, di antaranya Pertiwi Lestari, Karawang New Industry City (KNIC), Artha Graha, dan Surya Cipta.

“Lahannya masih ada. Jadi kalau dibilang Karawang sudah tidak punya lahan untuk industri, itu tidak tepat,” ujarnya.

Meski demikian, Iwan mengakui perkembangan kawasan industri di Purwakarta, Subang, maupun daerah lain di Jawa Barat membuat persaingan dalam menarik investor semakin ketat.

Namun, kondisi tersebut tidak dianggap sebagai ancaman bagi Karawang. Sebaliknya, persaingan dinilai menjadi dorongan agar pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing investasi.

“Kita melihatnya tidak sebagai ancaman, tapi sebagai tantangan. Bahwa untuk Kabupaten Karawang sebagai penyedia investasi di Jawa Barat harus lebih baik lagi,” kata Iwan.

Untuk mempertahankan posisi Karawang sebagai salah satu tujuan utama investasi, DPMPTSP Karawang terus melakukan promosi investasi. Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng para pengelola kawasan industri untuk menawarkan potensi dan kemudahan investasi kepada calon investor.

“Yang paling penting bagaimana kita terus memberikan pelayanan terbaik dan mempromosikan potensi investasi yang ada di Karawang,” pungkasnya.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut