get app
inews
Aa Text
Read Next : Satresnarkoba Polres Karawang Ungkap Peredaran Sabu 120 Gram di Banyusari

Ruang Kelas SDN Tamelang II Karawang Ambruk, Siswa Terpaksa Belajar Bergilir

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:54 WIB
header img
Ruang Kelas SDN Tamelang II Karawang Ambruk, Siswa Terpaksa Belajar Bergilir. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Satu ruang kelas di SDN Tamelang II, Kampung Wanasari, Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, ambruk pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Beruntung, peristiwa tersebut terjadi setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) selesai sehingga tidak menimbulkan korban.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang bergerak cepat dengan melakukan koordinasi bersama pihak sekolah guna memastikan keselamatan siswa serta keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

Kepala SDN Tamelang II, Hasan Taopik mengungkapkan, kondisi bangunan sekolah memang sudah lama mengalami kerusakan berat. Bahkan sebelum hujan turun, atap di hampir seluruh ruang kelas telah menunjukkan retakan serius.

“Sekolah kami memang sudah rusak. Sebelum hujan, atap sudah retak-retak dan hampir semua kelas kondisinya rusak. Ruang kelas yang ambruk adalah kelas 2, sementara atap yang kondisinya sudah mau roboh ada di kelas 1 dan kelas 4,” ujar Hasan, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, ambruknya ruang kelas terjadi setelah seluruh siswa pulang sekolah.

“Alhamdulillah kejadiannya tidak saat KBM berlangsung, jadi tidak ada korban. Saat itu semua siswa sudah pulang,” katanya.

Menurutnya, saat ini sedikitnya empat ruang kelas berada dalam kondisi nyaris ambruk dan tidak layak pakai. Dua ruang lainnya juga mengalami kebocoran cukup parah. Namun, keterbatasan ruang membuat sebagian kelas masih terpaksa digunakan.

“Yang nyaris ambruk itu mungkin empat ruangan. Dua lainnya juga sudah bocor. Sebenarnya sudah tidak layak dipakai, tapi tetap digunakan karena tidak ada ruang lain untuk kegiatan belajar,” tuturnya.

Untuk menghindari risiko lebih besar, pihak sekolah kini menerapkan sistem KBM bergilir atau shift.

“Kelas 1 masuk pukul 07.00 sampai 10.00 WIB, sedangkan kelas 2 mulai pukul 10.00 WIB sampai selesai. Mungkin nanti dipakai sistem pagi dan siang secara bergantian,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah memastikan laporan kejadian tersebut telah diterima dan langsung ditindaklanjuti.

Wawan mengatakan pihaknya sudah mengambil langkah awal untuk mencegah risiko lanjutan di lingkungan sekolah. Wawan memastikan, rencana pembangunan ruang kelas sudah masuk dalam perencanaan tahun ini.

“Kami sudah mendapatkan laporan tersebut dan akan segera kami tindak lanjuti. Rencananya pembangunan sudah dimasukkan ke Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) 2026 menggunakan alokasi di luar DAPIL," ujar Wawan saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).

Ia menegaskan, langkah preventif langsung dilakukan dengan mengosongkan ruang kelas yang ambruk. Selain itu, Wawan meminta agar pembelajaran dipindahkan ke ruang lain yang dinilai lebih aman.

“Kami sudah meminta kepala sekolah untuk mengosongkan ruangan yang ambruk tersebut. Lalu pembelajaran akan dilakukan di ruangan lain yang dinilai aman. Intinya keselamatan siswa dan warga sekolah adalah prioritas,” tuturnya.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut