Banjir dan Rob Terjang Karawang, Ribuan Hektare Lahan Pertanian Terendam
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Setelah sepekan diguyur hujan lebat disertai banjir dan rob, ribuan hektare lahan pertanian di Kabupaten Karawang terendam banjir. Data sementara mencatat sebanyak 1.948 hektare area persawahan di tujuh kecamatan terdampak hingga Senin (19/1/2026).
Kepala Bidang Sarana Pertanian pada Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karawang, Mahmud, mengatakan lahan pertanian yang terdampak tersebar di Kecamatan Cibuaya, Pedes, Tirtajaya, Pakisjaya, Telukjambe Timur, Telukjambe Barat, dan Cilamaya Wetan.
“Berdasarkan laporan hingga 19 Januari 2026, total lahan pertanian yang terdampak banjir dan rob mencapai 1.948 hektare,” ujar Mahmud.
Di Kecamatan Cibuaya, banjir merendam empat desa dengan total luas terdampak sekitar 1.271 hektare. Sementara di Kecamatan Pedes, dua desa terdampak dengan luas sekitar 65 hektare. Di Kecamatan Tirtajaya, banjir merendam lahan pertanian di Desa Bolang seluas 203 hektare.
Kecamatan Pakisjaya juga terdampak di lima desa dengan total luas sekitar 253 hektare. Sedangkan di Kecamatan Telukjambe Timur dan Telukjambe Barat, banjir merendam lahan persawahan di enam desa dengan luas total sekitar 51 hektare. Selain itu, di Kecamatan Cilamaya Wetan, dua desa terdampak dengan luas sekitar 105 hektare.
Mahmud menjelaskan, dari total lahan yang terdampak, sekitar 1.928 hektare merupakan tanaman padi pada fase Hari Setelah Tanam (HST), sedangkan 20 hektare berada pada fase Hari Setelah Semai (HSS).
“Data ini kami himpun dari laporan UPTD Pengelolaan Pertanian di tujuh kecamatan, penyuluh pertanian, serta Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Provinsi,” jelasnya.
DPKPP Karawang saat ini terus melakukan pendataan lanjutan untuk mengetahui tingkat kerusakan tanaman dan menyiapkan langkah penanganan, termasuk koordinasi terkait potensi bantuan dan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi petani terdampak.
"Data akan terus update, dan kemungkinan jumlahnya akan bertambah jika intensitas hujan tinggi," tukasnya.
Editor : Frizky Wibisono