Gegara Cinta Monyet, Siswi SMP di Karawang Jadi Korban Bullying
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Seorang siswi sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, diduga melakukan perundungan (bullying) terhadap seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP). Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah videonya diunggah oleh akun Facebook @Rinda yang merupakan kakak kandung korban.
Dalam video yang beredar, korban diduga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari siswi yang disebut-sebut berasal dari SMK di Kabupaten Karawang. Korban diduga menerima tindakan seperti pemukulan, diludahi, hingga mendapat ucapan yang dinilai tidak pantas.
Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan perundungan tersebut dipicu persoalan pribadi yang berkaitan dengan hubungan percintaan.
Kakak korban mengaku sangat terpukul setelah mengetahui kejadian tersebut. Ia menilai tindakan para pelaku sudah melampaui batas dan tidak pantas terjadi di lingkungan pelajar.
Melalui unggahan di media sosial, kakak korban juga menyampaikan kekecewaannya dan meminta pihak sekolah memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut.
“Kepada Kepsek SMK 1 PGRI Telagasari, muridnya nih pa/bu melakukan bullying, pengeroyokan, pemukulan, ngeludahin dan melontarkan bahasa yang tidak layak. Wajib saya viralkan karena dia sudah membully adik kandung saya. Saya tidak ingin berdamai, apalagi kekeluargaan. Setiap saya mendengar video ini sakit dada saya, lillahitaala sakit,” tulis kakak korban melalui akun Facebook Rinda, Sabtu (7/3/2026).
Unggahan tersebut memicu beragam reaksi dari warganet yang meminta pihak sekolah maupun instansi terkait segera mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Sementara itu ketika dikonfirmasi, Kepala SMK PGRI Telagasari, Yanyan Sopyanudin, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Menurut Yanyan, dugaan perundungan itu melibatkan satu siswi dari sekolahnya, sementara korban merupakan siswi SMP yang berasal dari wilayah Kecamatan Tempuran, Karawang.
“Iya betul, kejadiannya di Desa Dayeuhluhur, Tempuran, sekitar beberapa hari lalu dan memang melibatkan siswi kami. Informasinya karena masalah percintaan,” ujar Yanyan, Senin (9/3/2026).
Ia mengatakan, pihak sekolah telah memanggil satu siswi dan satu siswa yang diduga terlibat maupun berkaitan dengan peristiwa tersebut. Selain itu, pihak sekolah juga telah mendatangi keluarga korban serta aparatur Desa Dayeuhluhur untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.
“Kami juga sudah menindaklanjuti kejadian tersebut. Siswa dan siswi kami yang diduga terlibat telah kami skorsing sampai masalah ini selesai. Saat ini kami juga sudah memanggil para orang tuanya untuk dimintai kejelasan,” katanya.
Yanyan menambahkan, pihak sekolah tidak dapat langsung mengeluarkan siswi yang terlibat tanpa melalui proses yang berlaku. Namun, pihaknya akan terus mendalami kronologi kejadian dan memberikan sanksi sesuai aturan sekolah.
“Tidak bisa semata-mata langsung dikeluarkan seperti kemauan pihak keluarga. Tapi kami akan terus memantau perkembangan mediasi dari pihak desa bersama keluarga korban serta terus mendalami kronologi kejadian, yang pasti sanksi akan diberikan kepada siswi kami yang terlibat," pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono