get app
inews
Aa Text
Read Next : Puluhan Kasus Narkotika di Karawang Terungkap Polisi, 28 Tersangka Berhasil Dibekuk

Minim Perawatan, Kondisi Eks Kantor Kewedanaan Rengasdengklok Rusak Parah

Selasa, 10 Maret 2026 | 00:47 WIB
header img
Minim Perawatan, Kondisi Eks Kantor Kewedanaan Rengasdengklok Rusak Parah. (Foto : inewskarawang.id/Nurul Rahma Amalia).

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Kondisi bangunan eks Kantor Kewedanaan Rengasdengklok di Kabupaten Karawang kini memprihatinkan. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan, bahkan sebagian lantai kayunya hilang diduga dicuri oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Sejarawan Karawang, Dharma Gaotama, mengatakan kondisi bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya tersebut jauh lebih rusak dibandingkan beberapa tahun lalu. Salah satu kerusakan paling terlihat adalah hilangnya papan lantai yang terbuat dari kayu jati Belanda.

“Lantai kayunya sudah hilang dicuri orang. Padahal kayu tersebut memiliki nilai historis karena berasal dari kayu jati Belanda,” kata Dharma, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, hilangnya lantai kayu tersebut membuat struktur penghubung bangunan menjadi tidak kuat sehingga kondisi bangunan kini terlihat sedikit miring.

Selain itu, genangan air di bagian bawah bangunan rumah panggung juga mempercepat proses pelapukan kayu. Kerusakan lain tampak pada bagian atap, di mana sejumlah genteng telah merosot sehingga menyebabkan kebocoran saat hujan.

Tak hanya mengalami kerusakan fisik, bangunan tersebut juga kerap disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Dharma menyebutkan dinding bangunan bahkan pernah dijebol secara paksa.

Saat kegiatan kerja bakti, relawan juga menemukan berbagai jenis sampah di dalam area bangunan, seperti botol minuman keras, obat batuk kemasan, hingga kondom.

“Kalau sudah sore pintunya pasti dikunci, tapi kadang ada warga yang tidak bertanggung jawab menjebol pintunya. Bahkan sering ditemukan hal yang tidak wajar di dalam bangunan,” ujarnya.

Dharma juga menyoroti minimnya perawatan terhadap bangunan bersejarah tersebut. Saat ini hanya terdapat satu orang juru pelihara yang bertugas menjaga lokasi dari pagi hingga sore hari.

Menurutnya, keterbatasan fasilitas seperti tidak adanya mesin pemotong rumput serta kurangnya pengawasan membuat perawatan bangunan tidak berjalan maksimal.

“Sejak ditetapkan sebagai cagar budaya, seharusnya ada tindak lanjut seperti papan informasi, pengawasan rutin, dan fasilitas perawatan. Namun sampai sekarang itu belum terlihat,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pelestarian bangunan eks Kantor Kewedanaan Rengasdengklok agar kerusakan tidak semakin parah dan nilai sejarahnya tetap terjaga.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut