Jelang Akhir Tahun, Harga Tepung di Karawang Melonjak Tajam, Pelaku UMKM Menjerit

Gelar Maulana Media
Harga tepung tapioka di Karawang melonjak hingga 100 persen dari Rp9.000 menjadi Rp18.000 per kilogram. Foto : Gelar Maulana Media

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Harga sejumlah komoditas tepung di Kabupaten Karawang mengalami kenaikan signifikan. Tepung tapioka melonjak hingga 100 persen, dari sebelumnya Rp9.000 menjadi Rp18.000 per kilogram. Sementara harga tepung terigu naik sekitar 25 persen.

Kenaikan tersebut mulai dirasakan pedagang sembako, baik grosir maupun eceran. Kondisi ini juga berdampak terhadap daya beli masyarakat yang mulai mengurangi jumlah pembelian.

Pemilik toko grosir di Desa Pasirkaliki, Kecamatan Rawamerta, Rima Pratiwi mengatakan, kenaikan paling signifikan terjadi pada tepung tapioka, baik kemasan eceran maupun karungan.

“Sebelumnya tepung tapioka kemasan karung dijual Rp280 ribu, sekarang naik menjadi Rp412 ribu. Kenaikannya cukup terasa bagi pedagang maupun pembeli,” kata Rima, Kamis (5/11/2026).

Selain tapioka, harga tepung terigu juga mengalami kenaikan. Harga eceran yang semula Rp8.000 kini menjadi Rp10.000 per kilogram. Sementara harga per karung naik dari Rp210 ribu menjadi Rp228 ribu.

Rima menduga kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut berkaitan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berdampak terhadap biaya bahan baku.

“Kemungkinan karena nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah, sehingga berdampak pada harga bahan baku dan akhirnya harga barang ikut naik,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga mulai memengaruhi aktivitas jual beli. Konsumen kini lebih selektif dan mengurangi jumlah belanja, sehingga omzet toko ikut terdampak.

“Kalau sekarang pembeli lebih memilih mengurangi belanja. Kenaikan harga ini juga berpengaruh terhadap omzet toko,” ungkapnya.

Keluhan serupa disampaikan Mulyati, salah seorang pembeli yang juga berprofesi sebagai pedagang eceran. Ia mengaku kenaikan harga tepung membuat pedagang kecil kesulitan menentukan harga jual karena harus menyesuaikan dengan daya beli konsumen.

“Kalau harga modal naik, kami juga bingung menentukan harga jual. Kalau dinaikkan, takut pembeli malah mengurangi belanja,” kata Mulyati.

Ia mengatakan, kenaikan harga modal membuat keuntungan pedagang semakin tertekan. Di sisi lain, pedagang tidak bisa sembarangan menaikkan harga karena khawatir kehilangan pelanggan.

Mulyati berharap harga tepung, terutama tapioka, segera turun atau setidaknya kembali stabil agar aktivitas perdagangan dan daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.

“Harapannya harga bisa turun atau setidaknya kembali stabil, supaya pedagang tidak terlalu terbebani dan pembeli juga tetap bisa berbelanja,” pungkasnya.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network