Bukan mengganggu saat beraktivitas saja, saat tidur pun kutu-kutu beras itu masih berterbangan ketubuh mereka. Bahkan tidur mereka tidak lelap karena harus memenangkan anak mereka yang menangis karena kutu menempel ditubuhnya.
“ya tetep ada, tapi lebih sedikit enggak kaya awal. Watir kalau tidur takut masuk ke kuping anak, harus pakai kelambu kalau mau tidur. Tapi tetep aja ada yang nempel ke anak,,” ujar seorang ibu sambil menunjukkan rekaman video di telepon genggamnya. Dalam video itu tampak kutu-kutu kecil hinggap di tubuh salah seorang warga.
Di tengah obrolan, tawa sempat pecah. Sambil membawa plastik berisi kutu, mereka menceritakan kepada saya ketika Bulog melakukan fumigasi beberapa waktu lalu.
“Bukan cuma kutunya yang keluar, kecoa, lipan sampai ular juga keluar dari selokan,” kata salah seorang warga, disambut gelak tawa yang lain.
Suasana yang semula serius berubah cair. Meski begitu, tawa itu terasa seperti cara mereka menghibur diri setelah berbulan-bulan hidup berdampingan dengan persoalan tersebut.
Warga mengakui pihak Bulog Karawang telah beberapa kali melakukan fumigasi. Mereka juga mengapresiasi langkah tersebut.
Hasilnya memang mulai terlihat. Populasi kutu berkurang. Namun belum hilang. Setiap sore, serangga-serangga kecil itu masih muncul.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
