Seorang warga yang mengaku pernah bekerja di gudang bahkan menyebut masih ada beras yang belum dikeluarkan karena disebut sebagai stok untuk kebutuhan ekspor.
Dugaan itu tentu masih memerlukan konfirmasi dari pihak terkait. Namun bagi warga, yang paling mereka rasakan adalah dampaknya.
Namun, hal itu mengingatkan saya pada kunjungan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman ke gudang penyimpanan beras di kawasan Pergudangan Genesis pada April 2026 lalu.
Saat itu, Menteri memastikan stok beras di gudang sesuai laporan pemerintah dan menyebut gudang berkapasitas 102 ribu ton tersebut menjadi bagian penting dari cadangan beras nasional yang saat itu mencapai rekor 5,198 juta ton.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga mengumumkan dimulainya ekspor beras nasional sebanyak 200 ribu ton dengan Karawang sebagai titik awal pengiriman.
Ironisnya, beberapa bulan setelah kunjungan itu, warga yang tinggal berdampingan dengan gudang justru menghadapi persoalan yang sama sekali berbeda.
Kutu-kutu itu masuk ke rumah, menempel di pakaian, membuat kulit gatal, bahkan menurut pengakuan mereka, ada yang sampai masuk ke mata dan telinga.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
