Disdikbud Karawang Siapkan Rp11,4 Miliar Bangun 3 Sekolah Baru pada 2027

Gelar Maulana Media
Disdikbud Karawang siapkan Rp11,4 miliar untuk bangun 3 sekolah negeri baru pada 2027 guna menambah daya tampung pendidikan. Foto : Gelar Maulana Media

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang menyiapkan anggaran sekitar Rp11,4 miliar untuk pembangunan tiga Unit Sekolah Baru (USB) pada 2027.

Tiga sekolah tersebut terdiri dari satu Sekolah Dasar (SD) Negeri dan dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri. SD Negeri baru direncanakan dibangun di Dawuan, Kecamatan Cikampek, sedangkan dua SMP Negeri berada di Kecamatan Telukjambe Timur dan Purwasari.

Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah mengatakan, anggaran yang disiapkan untuk masing-masing USB sekitar Rp3,8 miliar.

"Anggarannya sekitar Rp3,8 miliar untuk satu USB. Jadi total untuk tiga sekolah sekitar Rp11,4 miliar," kata Wawan, Jumat (4/9/2026).

Menurut Wawan, pembangunan sekolah baru dilakukan untuk menyesuaikan ketersediaan fasilitas pendidikan dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Untuk SD Negeri di Dawuan, pembangunan USB dipilih karena jumlah anak yang membutuhkan akses pendidikan dasar cukup banyak. Sementara itu, sekolah yang sudah ada tidak bisa dikembangkan karena keterbatasan lahan.

"Kalau USB SDN di Dawuan itu dibangun karena jumlah anak mau ke SD banyak. Kita mau meningkatkan bangunannya tapi lahannya terbatas, jadi kita pilih bangun di lokasi baru," ujarnya.

Sementara pembangunan dua SMP Negeri di Telukjambe Timur dan Purwasari ditujukan untuk mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Disdikbud mencatat jumlah lulusan SD di kedua wilayah tersebut belum sebanding dengan kapasitas SMP Negeri yang tersedia. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat terpaksa memilih sekolah swasta.

"Kalau USB SMPN dibangun karena tidak seimbang lulusan SD dengan ketersediaan SMP Negeri. Jadi masyarakat selama ini sangat bergantung pada sekolah swasta," kata Wawan.

Namun, pembangunan tiga sekolah tersebut masih bergantung pada kesiapan lahan. Disdikbud mensyaratkan lahan yang digunakan berstatus fasilitas sosial (fasos), fasilitas umum (fasum), atau hibah.

Untuk pembangunan SMP Negeri, kebutuhan lahan minimal 5.000 meter persegi. Sedangkan untuk SD Negeri minimal 2.000 meter persegi.

Dari tiga lokasi yang direncanakan, baru Dawuan yang lahannya sudah siap. Sementara lahan untuk pembangunan SMP Negeri di Telukjambe Timur dan Purwasari masih dalam proses.

Disdikbud Karawang meminta camat dan kepala desa di dua wilayah tersebut segera menyelesaikan persoalan lahan tahun ini. Langkah tersebut diperlukan agar proses lelang pembangunan dapat dilakukan sesuai target.

"Makanya kami minta ke camat atau kades soal lahannya agar tahun ini beres. Dari tiga yang diajukan, Dawuan sudah diserahin tanahnya, sementara yang dua belum," jelas Wawan.

Jika seluruh persyaratan lahan terpenuhi, pembangunan tiga USB tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan pada 2027.

Disdikbud Karawang berharap penambahan sekolah negeri dapat meningkatkan daya tampung pendidikan sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sekolah swasta.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network