Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas
Advertisement . Scroll to see content

Pilkades 2026 di Karawang dan Subang, Digitalisasi hingga Antisipasi Konflik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB
  • author Frizky Wibisono
Pilkades 2026 di Karawang dan Subang, Digitalisasi hingga Antisipasi Konflik
Karawang dan Subang menggelar deklarasi damai Pilkades 2026 di 232 desa, dengan fokus pada digitalisasi, netralitas aparatur, dan antisipasi konflik. Foto : Ilustrasi AI

Kericuhan di Subang Jadi Peringatan

Di Kabupaten Subang, persoalan keamanan menjadi perhatian tersendiri setelah terjadi kericuhan saat tahapan pengambilan nomor urut calon kepala desa di Desa Patimban, pada Rabu,(7/10/2026), Lalu.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menegaskan, pemerintah daerah tidak akan menoleransi tindakan kekerasan maupun perbuatan yang mengarah pada tindak kriminal selama pelaksanaan Pilkades.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam deklarasi damai dan penandatanganan pakta integritas di GOR Gotong Royong, Subang, Rabu, (28/10/2026).

“Kalau sudah mengarah pada kriminalitas, saya tidak ingin hal seperti itu terjadi di Kabupaten Subang. Kami akan menindak tegas setiap pelanggaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tanpa pandang bulu,” ujar Reynaldy.

Ia meminta para calon kepala desa dan tim pendukungnya menahan diri, menghormati perbedaan pilihan, serta tidak melakukan provokasi yang dapat memicu konflik.

Menurut Reynaldy, kemenangan dalam Pilkades tidak boleh diraih dengan cara-cara yang melanggar hukum. Persaingan politik, kata dia, seharusnya menjadi bagian dari proses demokrasi, bukan alasan untuk merusak ketenteraman masyarakat.

“Jangan sampai kepentingan politik sesaat merusak persaudaraan dan ketenteraman masyarakat. Pilkades ini harus menjadi ajang demokrasi yang sehat, bukan justru menimbulkan perpecahan,” katanya.

Reynaldy juga mengingatkan bahwa kepala desa terpilih harus mampu merangkul seluruh masyarakat, termasuk warga yang tidak mendukungnya selama pemilihan.

“Kepala desa bukan hanya milik tim pendukungnya, tetapi milik seluruh masyarakat desa. Siapa pun yang terpilih harus mampu membangun desa dan mengutamakan kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut