Bangga! Pemain Muda Asal Karawang Bawa ASIOP Juara Piala Soeratin U-13 2026
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Pesepak bola muda asal Kabupaten Karawang, Rasya Muhammad Rabbani, ikut mengukir prestasi di tingkat nasional setelah mengantarkan ASIOP Football Academy Jakarta meraih gelar juara Piala Soeratin U-13 2026.
Rasya bersama rekannya, Muhammad Haikal, yang sama-sama duduk di kelas VIII SMPN 6 Karawang Barat, menjadi bagian dari skuad ASIOP yang menjuarai kompetisi tersebut setelah mengalahkan Persebaya Surabaya U-13 melalui adu penalti di PSSI Training Center, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Sabtu (24/10/2026).
Pertandingan final berlangsung ketat. Kedua tim bermain imbang 1-1 selama waktu normal sebelum ASIOP memastikan kemenangan dengan skor 4-2 melalui adu penalti.
Bagi Rasya, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena bisa membawa nama daerah asalnya bersaing di panggung sepak bola nasional.
“Alhamdulillah, pastinya saya bangga banget bisa mewakili nama Kabupaten Karawang,” ujar Rasya, Rabu (28/10/2026).
Perjalanan menuju gelar juara tidak mudah. ASIOP harus menghadapi sejumlah tim kuat, di antaranya Persib Bandung U-13, Bhayangkara FC U-13, dan Persebaya Surabaya U-13.
Rasya yang bermain sebagai penyerang dan winger kanan mengaku turut berkontribusi dalam perjalanan tim dengan mencatatkan lima assist selama kompetisi Piala Soeratin U-13 2026.
“Awalnya kaget banget karena enggak menyangka tiba-tiba dipanggil. Alhamdulillah, akhirnya bisa masuk ASIOP,” tuturnya, menceritakan awal kesempatan bergabung dengan akademi sepak bola tersebut.
Rasya lahir di Karawang pada 15 Februari 2013. Ketertarikannya terhadap sepak bola tumbuh sejak berusia sekitar 10 tahun setelah melihat sang kakek bermain sepak bola.
Ia kemudian mulai berlatih di SSB Kancil Mas Karawang sebelum mendapat kesempatan mengikuti seleksi ASIOP Football Academy Jakarta. Setelah menjalani trial dan dinyatakan lolos, Rasya bergabung dengan akademi tersebut untuk mengembangkan kemampuannya.
Prestasi di Piala Soeratin U-13 menambah daftar pencapaian Rasya bersama ASIOP. Pada 2025, ia turut meraih juara pertama Liga Top Skor U-12 regional Jakarta, juara kedua Liga Top Skor Nasional U-12, serta juara pertama Garuda International Cup U-12 dan GEAS Nasional U-12.
Pada tahun yang sama, ia juga ikut membawa ASIOP meraih juara kedua KFAM Cup di Malaysia dan juara pertama Liga Top Youth U-12.
Memasuki 2026, Rasya kembali meraih prestasi bersama ASIOP dengan menjuarai Liga Top Skor U-13 sebelum akhirnya menjadi bagian dari skuad juara Piala Soeratin U-13.
Kemampuannya juga mendapat pengakuan melalui sejumlah penghargaan individu. Pada 2025, Rasya meraih gelar top scorer Liga Top Youth U-12, Best Forward Liga Top Skor U-12, dan Best Player GEAS Nasional U-12. Sementara pada 2026, ia kembali meraih penghargaan Best Forward Liga Top Skor U-13.
Sebelum bergabung dengan ASIOP, Rasya juga telah menorehkan prestasi bersama SSB Kancil Mas Karawang. Ia pernah menjuarai Putra Nusantara Cup U-10 di Bekasi, meraih peringkat keempat Liga Top Youth U-10 pada 2023, serta juara ketiga Putra Bangsa Cup di Karawang dan Karawang United Cup U-10.
Prestasinya berlanjut bersama tim sekolah. Rasya turut mengantarkan SMPN 6 Karawang Barat meraih juara ketiga Al Irsyad Cup 2025 dan peringkat keempat Gala Siswa Indonesia tingkat Kabupaten Karawang pada 2026.
Di balik pencapaian tersebut, Rasya mengaku harus membagi waktu antara latihan, pertandingan, dan kewajiban sekolah. Latihan fisik serta pengaturan waktu menjadi tantangan yang harus dijalaninya sebagai atlet muda sekaligus pelajar.
Meski begitu, ia tetap bertekad meningkatkan kemampuan dan menjaga kedisiplinan demi meraih cita-cita menjadi pemain Timnas Indonesia.
“Terima kasih buat keluarga, guru-guru, sama coach-coach yang selalu mendukung aku. Semoga ke depannya tambah sukses dan bisa tembus Timnas Indonesia,” katanya.
Ayah Rasya, Anton Wahyudin, mengaku bangga melihat perkembangan putranya, dari pemain sekolah sepak bola di Karawang hingga menjadi bagian dari akademi yang berkompetisi di tingkat nasional.
Menurut Anton, perjalanan tersebut membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, dan biaya. Jarak Karawang menuju tempat latihan di Jakarta menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi keluarga.
“Perjalanannya memang enggak mudah. Jaraknya jauh, ongkosnya juga lumayan, tetapi sebagai orang tua kami mendukung saja. Yang penting anaknya semangat,” ujar Anton.
Ia mengingatkan putranya agar tidak cepat berpuas diri meski telah meraih berbagai prestasi. Menurutnya, konsistensi dan kemauan untuk terus belajar menjadi kunci bagi Rasya untuk berkembang.
“Saya selalu mengingatkan kepada anak saya, masih ada langit di atas langit. Kita enggak bisa mengklaim diri sendiri yang terbaik, karena di atas yang terbaik masih ada lagi,” katanya.
Anton juga berharap Rasya tetap disiplin berlatih dan mampu menyeimbangkan pendidikan dengan sepak bola. Ia menilai pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan masa depan putranya.
Selain bercita-cita menembus Timnas Indonesia, Anton berharap Rasya mendapat kesempatan membela Kabupaten Karawang dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) maupun Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV).
“Karena kita lahir dan besar di Karawang, membela Karawang itu suatu kebanggaan. Kalau suatu saat ada panggilan dari Kabupaten Karawang, tentu kami mau,” pungkasnya.
Kebanggaan juga disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 6 Karawang Barat, Aditya Nugraha. Ia mengapresiasi prestasi Rasya dan Muhammad Haikal yang turut mengharumkan nama sekolah melalui sepak bola.
“Kami tentu bangga dengan prestasi Rasya dan Haikal. Keduanya telah menunjukkan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan semangat berlatih, siswa bisa meraih prestasi hingga tingkat nasional,” ujar Aditya.
Ia berharap keberhasilan kedua siswa tersebut dapat menjadi motivasi bagi pelajar lainnya untuk mengembangkan potensi, berani berkompetisi, dan mengukir prestasi di berbagai bidang.
“Semoga pencapaian ini menjadi awal dari prestasi-prestasi berikutnya dan bisa menginspirasi teman-temannya di sekolah,” tuturnya.
Editor: Frizky Wibisono