get app
inews
Aa Text
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas

Tangani Kekeringan Karawang, Kementan Turunkan 20 Alat Berat untuk Normalisasi Irigasi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:25 WIB
header img
Tangani Kekeringan Karawang, Kementan Turunkan 20 Alat Berat untuk Normalisasi Irigasi. Foto : istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id — Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Perum Jasa Tirta (PJT) II menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Kekeringan di Kabupaten Karawang, Sabtu (15/8/2026).

Rakor yang digelar di Aula Lantai 3 Gedung Singaperbangsa tersebut membahas kekeringan yang berdampak pada lahan pertanian, khususnya di Kecamatan Pakisjaya.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan, sekitar 1.000 hektare sawah di Pakisjaya terdampak kekurangan air dan terancam gagal panen.

“Kekeringan ini harus segera ditangani. Sekitar 1.000 hektare sawah di Pakisjaya sudah terdampak. Jangan sampai petani mengalami gagal panen,” kata Aep.

Aep menegaskan Pemkab Karawang berkomitmen mempertahankan hampir 87.000 hektare sawah teknis dari ancaman alih fungsi menjadi permukiman maupun kawasan industri.

Namun, menurutnya, mempertahankan lahan saja tidak cukup. Ketersediaan air dan kondisi jaringan irigasi harus dipastikan agar sawah tetap produktif.

“Jangan sampai lahannya kita pertahankan, tetapi airnya tidak ada. Karena itu, irigasi dan infrastruktur air harus menjadi perhatian,” tegasnya.

Aep menyebut petani Karawang siap meningkatkan Indeks Pertanaman (IP). Namun, peningkatan produksi harus didukung ketersediaan air dan jaringan irigasi yang baik.

“Petani kita siap meningkatkan indeks pertanaman. Tetapi dukungan infrastrukturnya harus ada. Saluran irigasi harus bersih, jaringan harus berfungsi dan air harus tersedia,” ujarnya.

Selain kekurangan air, Aep menyoroti sedimentasi dan sampah yang menghambat aliran di sejumlah saluran irigasi.

“Masalahnya bukan hanya debit air. Ada saluran yang dangkal dan tersumbat sampah. Ini harus segera dibersihkan agar air bisa mengalir ke sawah,” katanya.

Dalam rakor tersebut, Kementan melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian menyatakan siap membantu penanganan saluran irigasi di Karawang.

Sebanyak 20 unit alat berat disiapkan untuk pengerukan, pembersihan dan normalisasi saluran air di sejumlah titik.

Aep mengapresiasi dukungan tersebut dan meminta alat berat segera dikerahkan ke lokasi yang membutuhkan.

“Kami mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian. Ada 20 alat berat yang akan diturunkan. Saya minta segera bergerak ke titik-titik yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurut Aep, penanganan harus berorientasi pada percepatan aliran air ke sawah.

“Yang kita kejar bukan hanya pengerukan saluran, tetapi bagaimana air segera sampai ke sawah sehingga petani bisa kembali bertanam,” tambahnya.

Aep menegaskan Karawang harus tetap menjadi salah satu penyangga produksi pangan nasional. Dengan luas sawah teknis hampir 87.000 hektare, Pemkab Karawang menargetkan produksi 1,45 juta ton gabah kering panen (GKP) per tahun.

“Target produksi harus tetap kita jaga. Lahan pertanian harus dipertahankan dan persoalan air harus diselesaikan bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan, penanganan kekeringan membutuhkan kerja sama pemerintah daerah, pemerintah pusat, PJT II dan petani.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama agar petani tetap bisa tanam dan tidak kehilangan hasil karena kekurangan air,” pungkas Aep.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut