Modus Baru Etomidate Lewat Vape, BNN Karawang Imbau Warga Lebih Waspada
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karawang mengingatkan masyarakat terhadap dugaan penyalahgunaan etomidate dengan modus mencampurkannya ke dalam cairan vape.
Etomidate sendiri merupakan obat yang digunakan dalam dunia medis sebagai anestesi. Namun, penyalahgunaan zat tersebut di luar kepentingan medis dapat menimbulkan risiko bagi pengguna.
Kepala Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kabupaten Karawang, Muhammad Khoirul Anam, mengatakan etomidate pada dasarnya merupakan obat anestesi yang digunakan dalam pelayanan kesehatan.
“Etomidate itu cenderung kepada obat bius atau obat untuk anestesi. Biasanya digunakan di dunia kesehatan, dunia medis. Tapi itu disalahgunakan,” ujar Anam, Rabu (30/9/2026).
Menurut Anam, salah satu modus yang kini menjadi perhatian adalah mencampurkan etomidate ke dalam cairan vape. Modus tersebut dinilai sulit dikenali karena pengguna terlihat seperti sedang menggunakan vape pada umumnya.
“Modus baru itu lewat vape. Jadi cairan-cairan itu dicampur dengan cairan etomidate,” katanya.
Ia menjelaskan, dampak yang ditimbulkan dari penyalahgunaan etomidate dapat berbeda-beda, tergantung kandungan dan zat yang masuk ke dalam tubuh.
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah perubahan perilaku dan kondisi mental pengguna, termasuk perubahan cara berbicara.
“Kalau terlihat ada tanda-tanda yang berbeda daripada vape yang biasa, misalkan ada perubahan perilaku, perubahan mental, perubahan dari cara dia bicara, ini bisa disimpulkan bahwa vape yang dia pakai kemungkinan itu mengandung etomidate,” ujar Anam.
BNN Karawang, lanjut dia, telah menemukan sejumlah indikasi yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan etomidate melalui penelusuran di lapangan. Namun, hingga kini pihaknya belum mengambil sampel untuk memastikan kandungan zat dalam cairan yang dicurigai.
“Kita sudah ada beberapa, tapi kita belum mengambil sampelnya. Ketika kita melakukan penyelidikan ke lapangan, kita menemukan ada beberapa kasus,” katanya.
BNN Karawang juga terus memantau peredaran cairan vape, termasuk melalui sejumlah vape store. Dari hasil pemantauan sementara, pihaknya belum menemukan pelanggaran yang menjadi dasar untuk melakukan tindakan terhadap vape store.
“Kalau selama ini berdasarkan pemantauan kita vape store-vape store itu masih aman. Yang ilegal-ilegal itu lebih cenderung dari orang perorangan,” ujarnya.
Meski begitu, Anam menegaskan pemeriksaan dapat dilakukan apabila nantinya ditemukan vape store yang terbukti melakukan pelanggaran.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna vape, agar lebih berhati-hati dalam membeli cairan vape dan menghindari produk yang berasal dari sumber tidak jelas.
“Kalau bagi yang nge-vape, silakan beli liquid-nya ke vape store-vape store yang resmi. Jangan lewat perorangan, jangan beli lewat online. Kita tidak tahu beli lewat online itu, walaupun mungkin dikatakan bagus, kita tidak tahu ada campuran zat-zat lain atau tidak,” katanya.
Menurut Anam, penyalahgunaan etomidate melalui vape menjadi perhatian karena modus tersebut membuat zat yang digunakan lebih sulit dikenali.
“Selama ini yang terbaru ya itu, penyalahgunaannya lewat vape. Kalau yang sudah-sudah paling lewat rokok atau melalui jarum suntik. Ini fenomena yang baru, cara yang baru yang digunakan oleh para pengedar maupun penyalahguna,” tuturnya.
BNN Karawang pun meminta masyarakat tidak sembarangan menggunakan cairan vape yang tidak jelas asal-usul dan kandungannya serta tidak menggunakan obat atau zat medis di luar peruntukannya.
Editor: Frizky Wibisono