DPRD Karawang Kebut Pembahasan Raperda Kemitraan Desa, KBC: Investasi Harus Berdampak ke Masyarakat
“Raperda ini bukan instrumen untuk membebani investor. Justru kami ingin menciptakan kepastian mekanisme kemitraan sehingga investasi di Karawang semakin inklusif dan manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.
Ricky menjelaskan konsep yang diusulkan KBC mengubah pola kemitraan dari berbasis kedekatan wilayah menjadi berbasis potensi desa. Menurutnya, setiap desa memiliki keunggulan yang dapat diintegrasikan ke dalam kebutuhan industri, mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, kerajinan, pariwisata hingga jasa.
Dengan pendekatan tersebut, desa tidak lagi diposisikan sebagai penerima bantuan semata, melainkan menjadi mitra usaha yang mampu menyediakan produk dan jasa bagi perusahaan.
Selain penyerapan tenaga kerja lokal, Raperda juga membuka ruang bagi BUMDes, UMKM, dan pelaku usaha desa untuk masuk dalam rantai pasok industri melalui program pelatihan, peningkatan kapasitas, inkubasi usaha, transfer teknologi, hingga kemitraan pengadaan barang dan jasa.
“Kami tidak mengatur kewajiban yang bersifat memaksa bagi perusahaan. Yang kami bangun adalah sistem fasilitasi agar perusahaan lebih mudah menemukan mitra usaha lokal yang berkualitas dan berdaya saing,” jelas Ricky.
Ia menambahkan penyusunan Raperda dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pemerintah daerah, DPRD, pemerintah desa, asosiasi pengusaha, akademisi, dan masyarakat melalui forum diskusi serta konsultasi publik.
KBC berharap, apabila Raperda disahkan, setiap desa di Karawang memiliki kesempatan yang sama menjadi bagian dari ekosistem industri sehingga mampu meningkatkan kapasitas BUMDes, memperluas lapangan kerja, mengurangi kesenjangan antarwilayah, serta memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat.
“Keberhasilan investasi bukan hanya diukur dari bertambahnya jumlah pabrik, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Kami ingin Karawang menjadi contoh bagaimana kawasan industri modern dapat tumbuh berdampingan dengan desa-desa yang maju, mandiri, dan sejahtera,” tutup Ricky.
Editor : Frizky Wibisono