get app
inews
Aa Text
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas

Polemik Lahan SDN Adiarsa Timur I di Tanah Wakaf, Pemkab Karawang Siapkan 3 Solusi

Selasa, 19 Mei 2026 | 18:58 WIB
header img
42 Tahun Terombang-ambing di Tanah Wakaf, 3 Opsi Relokasi Jadi Titik Terang SDN Adiarsa Timur I. Foto : iNewskarawang.id/Gelar Maulana Media

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tengah menyiapkan tiga opsi untuk menyelesaikan polemik lahan SDN Adiarsa Timur I yang berdiri di tanah wakaf milik yayasan selama 42 tahun lamanya.

Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah mengatakan, pihaknya bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karawang telah melakukan survei untuk mencari solusi terbaik terkait status lahan sekolah tersebut.

“Dulu saya sempat jadi camat di sini, jadi tahu bahwa SDN Adiarsa Timur I ini masih berpolemik. Beberapa minggu lalu kami juga telah melakukan survei bersama bidang aset BPKAD Karawang,” ujar Wawan usai meninjau SDN Adiarsa Timur I, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, alternatif pertama yang disiapkan yakni memanfaatkan tanah bengkok seluas 1,2 hektare yang berada di belakang kawasan LDII. Namun, opsi tersebut masih dipertimbangkan karena terkendala status lahan yang masih masuk kawasan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan).

“Kalau menggunakan tanah bengkok itu, kendalanya harus mengubah Perda LP2B karena lahannya masih sawah. Selain itu, pemerintah juga harus menyediakan lahan pengganti dua kali lipat,” katanya.

Alternatif kedua yakni menggunakan lahan milik Perumdam Tirta Tarum atau PDAM. Namun, menurut Wawan, opsi tersebut juga membutuhkan proses panjang karena harus melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Kendala di tanah PDAM itu karena merupakan penyertaan modal yang sudah dipisahkan, jadi harus melalui RUPS,” jelasnya.

Sementara opsi ketiga adalah membeli lahan milik PT Pindo Deli di sekitar kawasan tersebut yang memiliki luas sekitar 7.000 meter persegi. 

“Namun tentu jika pengadaan tanah sangat membutuhkan biaya yang besar. Lalu PT Pindo Deli sebagai pemilik hak tanah tersebut apakah mau menjual kepada Pemda, ini masih kita pertimbangkan dan memang menjadi salah satu opsi," jelasnya.

Selain itu, terdapat pula alternatif lain berupa lahan di belakang SMKN Pertanian yang prosesnya harus mendapat persetujuan hingga tingkat gubernur karena status tanahnya milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurut Wawan, seluruh alternatif tersebut nantinya akan dirangkum dan dilaporkan kepada Bupati Karawang untuk diputuskan langkah terbaik yang akan diambil pemerintah daerah.

“Nanti beberapa alternatif itu akan kami rangkum lalu dilaporkan kepada Pak Bupati. Nanti pimpinan yang menentukan memilih opsi yang mana, kemudian kami dari Disdikbud akan menindaklanjutinya,” paparnya.

Ia menegaskan, saat ini fokus utama Pemkab Karawang adalah menyelesaikan persoalan lahan terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap pembangunan fisik sekolah.

“Kalau pembangunan fisik sekolah relatif lebih mudah. Yang paling sulit itu pengadaan tanah. Jadi sekarang kami fokus dulu memastikan kepastian lahan,” katanya.

Wawan bahkan menargetkan sebelum masa jabatannya berakhir pada 2027 mendatang, sudah ada kepastian terkait lokasi lahan pengganti SDN Adiarsa Timur I.

“Saya punya target sebelum saya dan pak Korwil pensiun tahun depan minimal sudah ada kepastian soal alas hak tanahnya,” ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan gedung sekolah bukan persoalan besar bagi pemerintah daerah. Ia mencontohkan, tahun ini Pemkab Karawang mampu membangun dua Unit Sekolah Baru (USB) di Kecamatan Majalaya dan Jayakerta.

“Kalau pembangunan fisik sekolah kami relatif mampu. Yang sulit biasanya pengadaan tanah karena harga dari tim appraisal sering di bawah harga pasaran,” katanya.

Wawan juga mengungkapkan, berdasarkan berbagai dokumen yang dimiliki, hampir dapat dipastikan bangunan SDN Adiarsa Timur I nantinya akan dipindahkan ke lokasi baru.

“Bukti-bukti hibah, akta dan sertifikat semuanya ada. Jadi kemungkinan besar sekolah ini akan pindah,” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak yayasan yang selama ini dinilai tetap kooperatif dan mengedepankan kepentingan pendidikan di tengah polemik lahan yang berkepanjangan.

“Kami juga berterima kasih kepada pihak yayasan yang sejauh ini masih bersabar dan memahami bahwa ini menyangkut kepentingan pendidikan. Mudah-mudahan persoalan ini segera menemukan solusi terbaik,” pungkasnya.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut