Kekeringan Akibat El Nino di Karawang Tahun Ini Diprediksi Lebih Parah dari 2025
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang memprediksi kekeringan akibat El Nino pada 2026 akan lebih parah dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ferry Muharam, mengatakan wilayah rawan kekeringan berada di Kecamatan Tegalwaru, Pangkalan, Telukjambe Barat, Karawang Timur, Ciampel, Klari hingga Cilamaya Wetan.
“Kemungkinan tahun ini diprediksi lebih parah dan lebih kering dibanding tahun kemarin. Puncaknya diperkirakan mulai Agustus sampai akhir November,” kata Ferry, Senin (18/5/2026).
Di Kecamatan Pangkalan, potensi kekeringan berada di Desa Cintaasih, Kertasari, Medalsari, Jatilaksana, Tamanmekar, Ciptasari, Mulangsari dan Tamansari. Sementara di Kecamatan Tegalwaru meliputi Desa Cintalanggeng, Kutamaneuh, Cigunungsari, Cintalaksana, Kutalanggeng, Cintawargi dan Cipurwasari.
Kemudian di Telukjambe Barat berada di Desa Wanakerta dan Margakaya, Karawang Timur di Desa Palumbonsari, Ciampel di Desa Parungmulya dan Mulyasejati, serta Klari di Desa Curug.
BPBD juga memprediksi adanya perluasan wilayah terdampak kekeringan ke Kecamatan Telukjambe Timur dan Cilamaya Wetan. Saat ini BPBD masih melakukan monitoring terkait luas wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Ferry mengatakan, dampak kekeringan pada 2024 lebih banyak terjadi di sektor pertanian dibanding kekurangan air bersih. Sejumlah lahan sawah mengalami kekeringan akibat minimnya pasokan air irigasi.
Karena itu, BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk menyiapkan pompa air guna memperlancar aliran irigasi di wilayah terdampak.
“Dampaknya tahun lalu lebih banyak ke sektor pertanian, bukan kekurangan air bersih. Maka kami koordinasi dengan Dinas Pertanian terkait penyediaan pompa air untuk membantu irigasi sawah,” ujarnya.
Editor : Frizky Wibisono