Ancaman Kekeringan Intai Sawah Petani, Produksi Gabah di Kota Padi Terancam Berkurang
KARAWANG, iNewsKarawang.id – Ancaman kekeringan mulai dirasakan petani di Kabupaten Karawang. Minimnya distribusi air irigasi membuat petani khawatir produktivitas gabah di wilayah lumbung padi nasional itu kembali menurun.
Arip Munawir, Ketua Gapoktan Mekarjaya Desa Kampungsawah Kecamatan Jayakerta mengatakan, kondisi pasokan air di area persawahan saat ini mulai memicu persoalan di lapangan, terutama karena sebagian petani sedang memasuki masa panen sementara lainnya masih membutuhkan air untuk tanaman padi.
“Di Kampungsawah sekarang ada yang sudah panen, ada juga yang usia tanamnya masih 40 hari setelah tanam. Yang 40 HST ini masih butuh air, sementara yang panen maunya lahan kering. Jadi distribusi air sekarang mulai terganggu,” ujar Arip, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, ancaman kekeringan tahun ini berpotensi memicu ketidakserempakan musim tanam akibat adanya pergiliran distribusi air antara wilayah hulu dan hilir saluran irigasi.
Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit tanaman yang berdampak pada turunnya hasil produksi gabah petani.
“Kalau tanamnya tidak serempak, ancaman hama dan penyakit tinggi. Kami pernah mengalami penurunan produktivitas sampai 37,3 persen pada tahun 2022 sampai 2023,” katanya.
Arip menjelaskan, kelompok tani di wilayahnya membawahi 14 kelompok tani dengan luas lahan mencapai 753,6 hektare. Namun kondisi saluran irigasi tersier sepanjang 21,2 kilometer mengalami pendangkalan cukup parah sehingga distribusi air ke area hilir sering tidak maksimal.
Editor : Frizky Wibisono