Kasus Kematian Ibu dan Bayi di Karawang Turun, Dinkes Perkuat Layanan Kesehatan
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mencatat angka kematian ibu dan bayi pada tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Karawang, Nurmala Hasanah mengatakan, angka kematian ibu pada 2025 tercatat sebanyak 39 kasus. Jumlah itu menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 42 kasus.
“Alhamdulillah di tahun 2025 ada penurunan kematian ibu dan kematian bayi di Kabupaten Karawang,” ujar Nurmala, Selasa (12/5/2026).
Selain itu, angka kematian bayi juga turun. Pada 2024 tercatat 236 kasus kematian bayi, sedangkan pada 2025 menjadi 203 kasus.
Menurut Nurmala, penyebab utama kematian ibu masih didominasi penyakit penyerta atau komplikasi non-obstetri pada ibu hamil. Sementara kematian bayi banyak disebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) dan gangguan pernapasan atau asfiksia pada usia 0 hingga 6 hari.
“Kasus kematian bayi paling banyak terjadi karena BBLR dan asfiksia. Sedangkan kematian ibu rata-rata dipicu penyakit penyerta yang dialami ibu hamil,” katanya.
Untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, Dinkes Karawang memperkuat berbagai program pelayanan kesehatan, mulai dari skrining layak hamil, pemeriksaan kehamilan berkualitas, pendampingan ibu hamil risiko tinggi, hingga penguatan layanan rujukan.
Selain itu, Dinkes juga meningkatkan kapasitas tim Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) serta menyiapkan alat penanganan bayi risiko tinggi di fasilitas kesehatan.
“Jadi memang secara komprehensif kita lakukan pendampingan mulai sebelum hamil, saat hamil, sampai setelah melahirkan,” ucapnya.
Ia berharap tren penurunan angka kematian ibu dan bayi dapat terus berlanjut pada 2026 melalui kolaborasi tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat.
“Kami berharap dukungan semua pihak agar angka kematian ibu dan bayi di Karawang terus menurun,” tandasnya.
Editor : Frizky Wibisono