Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Aparat Lumpuhkan Pelaku Penembakan Rombongan Jenderal Tito Karnavian di Papua
Advertisement . Scroll to see content

Jusuf Kalla Dukung Penuh Keberlanjutan Tugas TNI di Lebanon, Kalau Mundur Dinilai Penakut

Rabu, 01 April 2026 | 16:09 WIB
  • author Jonathan Simanjuntak
Jusuf Kalla Dukung Penuh Keberlanjutan Tugas TNI di Lebanon, Kalau Mundur Dinilai Penakut
 Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK).(Foto: iNews)

JK juga menegaskan bahwa pasukan perdamaian yang tergabung dalam misi UNIFIL ini merupakan mandat Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) bukan Board of Peace (BOP). Oleh sebab itu, misi perdamaian ini merupakan mandat dunia.

"Ini tidak ada urusannya dengan BOP. Ini PBB. Jadi apa yang dilakukan itu mandatnya PBB. Dunia memberikan mandat," tandas Jusuf Kalla.

Sebelumnya, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengusulkan kepada pemerintah untuk mengevaluasi dan menarik pasukan perdamaian Indonesia dari Lebanon selatan pasca gugurnya tiga prajurit TNI. 

Usulan ini muncul karena situasi keamanan yang dinilai semakin berisiko bagi personel di lapangan. MPR juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan investigasi atas insiden tersebut. 

"Sesuai dengan konstitusi yang memerintahkan untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, agar Indonesia menarik pasukannya dalam misi perdamaian tersebut karena ini adalah daerah yang membahayakan baik keselamatan TNI, seperti yang terjadi di Lebanon Selatan ini," kata Ketua MPR Ahmad Muzani di Gedung MPR, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut