Jusuf Kalla Dukung Penuh Keberlanjutan Tugas TNI di Lebanon, Kalau Mundur Dinilai Penakut
JAKARTA, iNewsKarawang.id - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menyarankan agar pemerintah bersama TNI tetap mempertahankan pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). JK menegaskan bahwa penarikan mundur pasukan bukanlah pilihan tepat, meski situasi di lapangan memiliki risiko tinggi.
Menurut JK, misi perdamaian di Lebanon merupakan mandat internasional yang krusial untuk tetap dijalankan. Ia menilai kehadiran personel TNI di bawah bendera PBB merupakan bagian dari komitmen menjaga stabilitas di wilayah konflik tersebut, sehingga keberadaan mereka harus tetap dipertahankan demi misi kemanusiaan dan perdamaian dunia.
"Tidak (menarik mundur pasukan). Negara, TNI tidak seperti itu. Bahwa kalau ada yang korban, tewas, langsung kita mundur. Wah, bukan itu saya kira jiwa TNI dan jiwa pemerintah. Tetap ada di situ. Memang ada risikonya, tapi tetap harus dilaksanakan," ujar Jusuf Kalla kepada wartawan di Hotel Sultan, Rabu (1/4/2026).
Menurut Ketua Palang Merah itu, menarik mundur pasukan hanya karena faktor risiko justru membuat persepsi negatif di dunia internasional. Ia menyebut Indonesia bisa disebut penakut jika hal itu terjadi.
"Ya, tentara di mana-mana memang ada risikonya. Siapa pun, kita juga di sini ada risikonya. Jadi jangan karena risiko seperti itu langsung kita lari. Nanti dunia menganggap kita penakut gitu. Indonesia bukan negara penakut, apalagi Pak Prabowo yang memimpin," ungkap dia.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta