Dari Anak Pedagang Sayur hingga Lulusan Terbaik Unsika, Perjuangan Sandi Raih IPK 3,91
Menurut Sandi, capaian IPK tinggi yang diraihnya bukan sekadar angka, melainkan hasil dari proses panjang yang penuh disiplin, pengorbanan, dan konsistensi. Ia menilai tuntutan dunia industri saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki daya juang dan etos kerja tinggi.
“IPK 3,91 ini merupakan hasil perjuangan yang luar biasa dan membutuhkan pengorbanan,” katanya.
Kepada mahasiswa yang masih berjuang di bangku kuliah, terutama yang tengah menyusun skripsi dan menjalani praktikum, Sandi berpesan agar tetap fokus pada tujuan utama pendidikan.
“Tetap berjuang, tetap belajar, jangan malas. Kurangi terlalu sering bermain media sosial dan ingat bahwa kuliah adalah amanah dari orang tua yang tidak boleh disia-siakan,” tuturnya.
Ke depan, Sandi berharap ilmu yang diperolehnya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga berharap Unsika terus meningkatkan perannya dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi serta mampu memperluas reputasi di tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi Sandi menjadi bukti bahwa kerja keras, visi yang jelas, dan doa orang tua mampu mengantarkan siapa pun melampaui keterbatasan menuju masa depan yang lebih baik.
Editor : Frizky Wibisono