Pok Pek Prak, UBP Karawang Jadi Tuan Rumah Temu Masyarakat Akuntansi Nasional

Faizol Yuhri
.
Jum'at, 21 Oktober 2022 | 14:25 WIB
Penandatanganan MoU lintas kampus dalam kegiatan Teman (Temu Masyarakat Akuntansi Multi Paradigma Nasional). (Foto: Faizol Yuhri)

KARAWANG, iNewsKarawang.id - Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang jadi tuan rumah Teman (Temu Masyarakat Akuntansi Multi Paradigma Nasional). Kegiatan ini merupakan ajang bertemunya akademisi dan pegiat keilmuan akuntansi lintas kampus se-Indonesia.

Kegiatan diselenggarakan di aula lantai 3, gedung Rektorat, Kampus UBP Karawang, Jumat (21/10). Kegiatan ini diikuti 900 peserta secara hibrid. Daring dan luring.

Ketua MAMI (Masyarakat Akuntansi Multi Paradigma Indonesia) Prof. Dr. Iwan Triyuwono, S.E., Ak., M.Ec., Ph.D. menuturkan kegiatan Teman sudah berjalan selama 10 tahun sejak 2012.

"Ini pertemuan Teman kesembilan, tuan rumah di UBP Karawang. Kami sempat satu tahun menunda kegiatan karena pandemi Covid-19," katanya kepada wartawan.

Kegiatan ini konsisten diadakan karena para akademisi dan pegiat akuntansi di Indonesia ingin mengintegrasikan budaya Indonesia ke dalam keilmuan akuntansi.

Di Karawang, pertemuan Teman diharapkan mampu mengawinkan lokalitas sunda dengan keilmuan akuntansi. Tema "Pok Pek Prak" dalam pertemuan Teman di UBP Karawang sengaja dipilih demi menyerap semangat orang Sunda. Dalam bahasa Sunda, "pok" berarti ucapan, "pek" artinya bahan garapan, dan "prak" adalah pelaksanaan.

"Kami ingin mengangkat nilai-nilai lokal Indonesia karena kami semua menghargai kearifan lokal dan budaya Indonesia. Kami coba mengintegrasikan budaya Indonesia ke ilmu kami, yakni ilmu akuntansi. Sehingga diharapkan menghasilkan ilmu akuntansi khas Indonesia yang memberikan kontribusi bagi peradaban dunia. Pengembangan ini diharapkan bisa menciptakan ilmu baru," katanya.

Iwan percaya, model akuntansi yang berciri khas lokal Indonesia punya tempat di dunia global. Karena lokal merupakan bagian tidak terpisahkan dari universal. 

Sementara itu di tempat yang sama, Rektor UBP Karawang Prof. Dr. H. Dedi Mulyadi, SE., M.M. menuturkan Kabupaten Karawang yang jadi tempat pertemuan Teman adalah kabupaten multietnis. Karawang dekat dengan ibukota, namun di sisi lain juga jadi bagian dari Jawa Barat. Letak strategis ini membuat Karawang diisi oleh masyarakat lintas etnis bahkan sampai penduduk asing.

"Saya khawatir di kemudian hari, orang Karawang lupa dengan jati dirinya. Pertemuan Teman ini menjadi ajang bagi kami untuk mengenalkan kesundaan dipadupadankan dengan ilmu akuntansi agar tidak melupakan jati diri," kata Rektor.

Editor : Boby

Follow Berita iNews Karawang di Google News

Bagikan Artikel Ini