Harmoni Nusantara ke-14, Bupati Aep Ajak Warga Jaga Kerukunan di Tengah Keberagaman

Gelar Maulana Media
Bupati Aep mengajak warga Karawang menjaga toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman agama, suku, budaya, dan tradisi. Foto : Gelar Maulana Media

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengajak masyarakat menjaga kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman agama, suku, budaya, dan tradisi. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Harmoni Nusantara ke-14 dan Bupati Menyapa dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 di Plaza Pemkab Karawang, Minggu (13/9/2026) malam.

Kegiatan tersebut terhubung secara daring dengan masyarakat dan jajaran pemerintah di 30 kecamatan. Dalam kesempatan itu, Aep menyapa warga sekaligus menyaksikan berbagai pertunjukan seni lokal dan keagamaan dari sejumlah kecamatan.

Aep mengatakan, keberagaman merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki Kabupaten Karawang. Menurutnya, perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan.

“Perbedaan warna tidak membuat pelangi terpecah, justru karena berbeda warna pelangi menjadi indah. Begitu pula kita,” kata Aep.

Ia menegaskan, masyarakat Karawang harus mampu menempatkan perbedaan dalam semangat persaudaraan.

“Kita boleh berbeda agama, berbeda suku, berbeda budaya, dan berbeda tradisi. Namun, ketika semuanya ditempatkan dalam semangat persaudaraan, perbedaan itu berubah menjadi kekuatan,” tegasnya.

Aep menyebut kondisi keberagaman di Karawang merupakan gambaran dari semangat persatuan Indonesia.

“Inilah wajah Karawang dan inilah wajah Indonesia. Kita harus terus menjaga kerukunan ini agar Karawang tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya.

Selain berbicara mengenai toleransi, Aep memaparkan sejumlah program Pemerintah Kabupaten Karawang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui semangat MOTEKAR, yakni Maju, Optimis, Tangguh, Efektif, Kolaboratif, Adaptif dan Responsif.

Sejumlah program tersebut di antaranya penyediaan 2.000 lowongan kerja melalui job fair, fasilitas pendidikan gratis, serta penjaminan kesehatan masyarakat melalui Universal Health Coverage (UHC).

“Kita ingin pembangunan Karawang tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan pendidikan, pekerjaan, dan pelayanan kesehatan yang baik,” kata Aep.

Aep juga menyampaikan rencana peningkatan hibah bagi organisasi keagamaan di Kabupaten Karawang. Ia menjelaskan, Pemkab Karawang sebelumnya telah menaikkan alokasi hibah dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta untuk setiap organisasi keagamaan.

“Insyaallah ke depan kita akan terus tingkatkan secara bertahap. Targetnya pada 2027 bisa mencapai Rp250 juta sampai Rp300 juta untuk setiap organisasi keagamaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang Sopian mengapresiasi kepemimpinan Bupati Aep serta peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Karawang dalam menjaga toleransi.

“Kondisi kerukunan umat beragama di Karawang ini tergolong kondusif dibandingkan sejumlah daerah lain,” kata Sopian.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari peran pemerintah daerah, FKUB, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat yang terus menjaga komunikasi dan toleransi.

“Kita harus terus merawat apa yang sudah baik ini. Kerukunan bukan hanya tugas pemerintah atau tokoh agama, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, penghargaan juga diberikan kepada para pencipta, pengaransemen, dan penggerak Mars FKUB Karawang. Penghargaan tokoh inspirator diberikan kepada mendiang Tajuddin Nur, sedangkan penghargaan pencipta lagu diberikan kepada mendiang Jajat Jaelani.

Apresiasi khusus juga diberikan kepada sejumlah tokoh perwakilan enam agama.

Ketua FKUB Kabupaten Karawang Masykur Mansyur mengatakan, Harmoni Nusantara ke-14 menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat Karawang di tengah keberagaman.

“Harmoni Nusantara ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan seluruh elemen masyarakat dalam semangat persaudaraan dan kerukunan,” ujar Masykur.

Ia berharap semangat toleransi yang dibangun melalui kegiatan tersebut dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin kerukunan ini tidak hanya terlihat saat kegiatan berlangsung, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat Karawang,” katanya.

Rangkaian Harmoni Nusantara ke-14 sebelumnya diisi dengan aksi sosial berupa pengobatan gratis, donor darah, dan pembagian sembako di Rumah Doa Kampung Pancasila Kostrad 305 Karawang.

Acara juga dirangkai dengan penyerahan hadiah Lomba Reels hasil kolaborasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Karawang, Diskominfo dan Kadin Karawang serta penandatanganan Deklarasi Kerukunan Umat Beragama.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Karawang bersama FKUB dan seluruh elemen masyarakat menegaskan komitmen untuk terus menjaga toleransi, memperkuat persatuan, dan membangun Karawang secara bersama-sama di tengah keberagaman.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network