Kacapi Jeletot dan Opok Kijing Karawang Ditetapkan sebagai WBTB Nasional

Gelar Maulana Media
Potret Mang Toin Paser (Sait Permana) Memainkan Kacapi Jeletot. Foto : Gelar Seftiyana (Bidang Kebudayaan 2025)

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Kabupaten Karawang kembali menambah daftar warisan budaya yang mendapat pengakuan di tingkat nasional. Dua kesenian tradisional, yakni Kacapi Jeletot dan Tepak Gendang Opok Kijing, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang, Waya Karmila, mengatakan kedua kesenian tersebut telah melalui proses pengajuan dan sidang WBTB sebelum ditetapkan sebagai warisan budaya tingkat nasional.

“Yang kita ajukan ke tingkat nasional tahun sekarang ada dua, Kacapi Jeletot dan Opok Kijing. Dua-duanya sudah ditetapkan sebagai WBTB tingkat nasional,” ujar Waya, Rabu (9/9/2026).

Kacapi Jeletot merupakan kesenian musik tradisional khas Karawang. Keunikan kesenian ini terletak pada pola permainan kacapi yang tidak hanya berfungsi sebagai pengiring melodi, tetapi juga memainkan ritme dan aksen yang menyerupai permainan kendang.

Kesenian tersebut berkembang dari kreativitas seniman Karawang, Ali Gombel, yang dikenal sebagai pemain kacapi celempungan. Bentuk permainan Kacapi Jeletot mulai dikembangkan sekitar 1972.

Dalam perkembangannya, permainan kacapi tersebut mengadopsi karakter tepak kendang dalam kesenian Sunda, terutama pola ritmis yang digunakan dalam jaipongan. Karena itu, Kacapi Jeletot memiliki karakter permainan yang kuat dan dinamis.

Nama “Jeletot” memiliki sejumlah penafsiran. Salah satunya dikaitkan dengan istilah Sunda yang menggambarkan sesuatu yang terasa kuat atau “pedas”. Ada pula yang menghubungkannya dengan teknik permainan betot atau djambret pada kacapi.

Kacapi Jeletot kemudian berkembang di sejumlah wilayah Karawang, termasuk Cikampek dan Jayakerta. Kesenian ini juga semakin dikenal melalui berbagai pertunjukan serta siaran radio.

Dalam pertunjukannya, Kacapi Jeletot dapat dimainkan bersama kacapi, rebab dan kecrek, dengan sinden sebagai penyaji vokal. Kacapi menjadi instrumen penting karena menjalankan fungsi iringan sekaligus membangun ritme dan aksen.

Perkembangan kesenian ini kemudian diteruskan sejumlah seniman, salah satunya Toin Paser yang merupakan murid Ali Gombel. Selain Toin Paser, Bah Ocim juga disebut memiliki peran dalam perkembangan Kacapi Jeletot.

Sementara itu, Opok Kijing merupakan ragam tepak atau pola permainan gendang Sunda yang menjadi salah satu ciri khas kesenian tradisional Karawang.

Waya menjelaskan, Opok Kijing berkembang melalui kreativitas seniman Karawang, Ki Sarta. Pola tabuhan tersebut kemudian digunakan dalam berbagai kesenian Sunda.

“Berbeda dengan Kacapi Jeletot, Opok Kijing merupakan ragam tepak atau pola permainan gendang Sunda yang dikenal sebagai salah satu ciri khas Karawang,” kata Waya.

Opok Kijing antara lain digunakan dalam pertunjukan wayang golek dan topeng banjet. Pola tabuhannya berfungsi sebagai pengiring sekaligus membangun struktur ritmik dalam pertunjukan.

Karakter permainan Opok Kijing membuat musik pengiring menjadi lebih dinamis. Pola tersebut juga berkembang dan dapat diterapkan dalam berbagai bentuk musik Sunda, termasuk musik dangdut pop Sunda.

Pengetahuan mengenai Opok Kijing hingga kini masih diwariskan oleh para pelaku seni. Salah satu sumber pengetahuan mengenai kesenian tersebut adalah Mbah Aki Sarta yang masih memahami pola permainan Opok Kijing.

Waya berharap penetapan kedua kesenian tersebut sebagai WBTB nasional tidak berhenti pada pengakuan administratif, tetapi diikuti upaya pelestarian dan pengenalan kepada generasi muda.

“Kami berharap, dengan ditetapkannya dua WBTB tersebut ke depan akan menjadi dorongan untuk menjaga keberadaan kesenian tradisional Karawang agar tidak hilang dan tetap dikenal oleh generasi muda,” tandasnya.

Selain Kacapi Jeletot dan Opok Kijing, Karawang masih memiliki sejumlah kekayaan budaya yang terus didorong untuk mendapat pengakuan, di antaranya Bubur Cilamaya, Surabi Dengklok dan permainan tradisional Pencug.

Sebelumnya, rias pengantin Kembang Ageung atau Kembang Gede Karawang juga telah ditetapkan sebagai WBTB tingkat nasional pada 2025.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network