KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang memberikan beasiswa kepada empat mahasiswa baru yang berasal dari luar Jawa. Keempat mahasiswa tersebut berasal dari Maluku, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Barat.
Beasiswa diberikan sebagai bentuk komitmen UBP Karawang dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda dari berbagai daerah, terutama mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Keempat penerima beasiswa tersebut juga mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UBP Karawang 2026. Kehadiran mereka menjadi gambaran keberagaman mahasiswa yang datang dari berbagai wilayah Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Karawang.
Rektor UBP Karawang, Assoc. Prof. Dr. H. Budi Rismayadi, SE., MM, mengatakan UBP Karawang ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada generasi muda Indonesia untuk mendapatkan pendidikan tinggi.
“Hari ini kita menyambut mahasiswa dari Maluku, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Barat. Mereka adalah bagian dari keluarga besar UBP Karawang,” ujar Budi.
Menurutnya, beasiswa tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi sekaligus mendorong mereka meraih prestasi selama menempuh pendidikan.
“Beasiswa ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan kesempatan kepada putra-putri Indonesia agar dapat mengenyam pendidikan tinggi dan meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.
Budi juga berpesan agar para penerima beasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan.
“Saya berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, raih prestasi, bangun karakter, dan jadilah kebanggaan bagi keluarga, daerah asal, serta almamater,” pesannya.
Tiara Tempuh Perjalanan Empat Hari Empat Malam
Salah satu penerima beasiswa, Tiara, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) asal Buton, Sulawesi Tenggara, mengaku harus melewati perjalanan panjang untuk bisa sampai ke Karawang.
Dengan suara terbata-bata, Tiara menceritakan pengalamannya meninggalkan keluarga untuk pertama kalinya demi mengejar pendidikan tinggi.
“Keputusan untuk kuliah jauh dari rumah bukanlah hal yang mudah. Sebelum naik kapal, saya dan keluarga harus menempuh perjalanan darat sekitar satu jam menuju pelabuhan. Kami membawa koper dan bekal seadanya,” ujar Tiara.
Perjalanan Tiara menuju Karawang dilanjutkan menggunakan kapal Pelni selama sekitar empat hari empat malam.
“Selama di perjalanan saya belajar mandiri, mengatur bekal, dan menguatkan diri karena ini pertama kalinya saya meninggalkan keluarga dalam waktu yang lama,” tuturnya.
Tiara mengaku tidak akan melupakan momen ketika harus berpisah dengan kedua orang tuanya di pelabuhan.
“Momen melepas pelabuhan di Buton sambil melambaikan tangan ke orang tua adalah momen yang tidak akan pernah saya lupakan. Saat itu saya berjanji pada diri sendiri bahwa saya harus berhasil,” katanya.
Kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu alasan Tiara mencari beasiswa untuk melanjutkan pendidikan.
“Latar belakang ekonomi keluarga saya kurang mampu. Orang tua saya bekerja sebisanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, saya tidak ingin menambah beban mereka dengan biaya kuliah,” ungkapnya.
Tiara mengaku mengetahui UBP Karawang melalui media sosial. Setelah mencari informasi, ia tertarik memilih PGSD karena program studi tersebut memiliki akreditasi Unggul dan tersedia program beasiswa bagi keluarga kurang mampu.
“Saya memilih jurusan PGSD karena saya ingin menjadi guru. Saya percaya pendidikan dasar adalah fondasi penting,” katanya.
“Cita-cita saya adalah bisa mengajar dengan hati, menjadi guru yang menginspirasi, dan suatu saat kembali mengabdi di daerah saya di Buton,” sambung Tiara.
Ia berjanji akan memanfaatkan beasiswa tersebut dengan penuh tanggung jawab.
“Saya akan menjaga IPK, aktif dalam kegiatan akademik dan organisasi, serta lulus tepat waktu. Beasiswa ini bukan hanya bantuan, tapi juga amanah,” ujarnya.
“Saya yakin setiap perjuangan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil. Jarak yang jauh, rindu, dan tantangan tidak akan membuat saya menyerah,” tambahnya.
2.439 Calon Mahasiswa dari 15 Provinsi
Sementara itu, Ketua Panitia PKKMB UBP Karawang 2026, Assoc. Prof. Dr. Anggy Giri Prawiyogi, S.Pd., M.Pd., M.Sn., M.Hum, mengatakan mahasiswa baru UBP Karawang tahun ini berasal dari berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan data domisili calon mahasiswa baru tahun 2026, tercatat 2.439 calon mahasiswa berasal dari 15 provinsi di Indonesia.
“Keberagaman mahasiswa dari berbagai daerah ini menjadi kekuatan bagi UBP Karawang. Mereka dapat saling mengenal, membangun jejaring, berkolaborasi, sekaligus belajar menghargai perbedaan,” kata Anggy.
PKKMB UBP Karawang 2026 dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jumat, 4 September hingga 6 September 2026. Kegiatan pada 4 September dilaksanakan secara online melalui BOC, sedangkan pada 5 dan 6 September dilaksanakan secara offline.
PKKMB tahun ini mengusung tema “Berakar pada Bangsa, Berlayar di Dunia Digital: Membentuk Mahasiswa Berkarakter dan Berdaya Saing.”
Anggy menjelaskan, tema tersebut mengandung pesan agar mahasiswa tidak kehilangan karakter dan nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi digital.
“Berakar pada bangsa berarti mahasiswa harus memiliki karakter, nilai kebangsaan, etika, dan rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus,” jelasnya.
“Sementara berlayar di dunia digital berarti mahasiswa harus mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, kreatif, produktif, dan bertanggung jawab,” pungkas Anggy.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
