Berenang Bersama Teman, Bocah 11 Tahun Hilang dan Ditemukan Meninggal di Irigasi Karawang

Nurul Rahma Amalia
Berenang Bersama Teman, Bocah 11 Tahun Hilang dan Ditemukan Meninggal di Irigasi Karawang. Foto : istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Seorang anak laki-laki berinisial FF (11) ditemukan meninggal dunia setelah sempat hilang di aliran sungai irigasi di Dusun Bubulak, Desa Medangasem, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang.

Korban sebelumnya diketahui berenang bersama teman-temannya di sekitar saluran irigasi pada Selasa (18/8/2026). Setelah itu, FF dilaporkan hilang dan diduga tenggelam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ferry Muharam, mengatakan korban ditemukan pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 09.50 WIB. Jasad korban ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan menghilang.

“Korban ditemukan sekitar pukul 10 pagi, jaraknya kurang lebih satu kilometer dari lokasi kejadian dan langsung dibawa ke rumah duka,” kata Ferry, Rabu (19/8/2026).

Peristiwa tersebut bermula pada Selasa sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, seorang saksi bernama Lia yang sedang berjualan es di sekitar lokasi melihat FF berada di aliran irigasi bersama sejumlah temannya.

Korban diketahui sempat berenang di aliran irigasi. Namun, setelah beberapa saat, FF tidak terlihat dan kemudian dinyatakan hilang.

Saksi tidak mengetahui secara pasti kondisi korban saat berada di dalam aliran air. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas untuk dilakukan pencarian.

BPBD Karawang bersama unsur terkait langsung melakukan asesmen dan pencarian di sekitar lokasi. Upaya pencarian dilanjutkan hingga Rabu pagi.

Setelah dilakukan penyisiran di sepanjang aliran irigasi, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar satu kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.

Ferry mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika beraktivitas di sekitar saluran irigasi.

“Imbauan kami kepada para orang tua agar jangan izinkan anak-anak mandi atau bermain di dekat saluran irigasi, lakukan pengawasan ketat anggota keluarga yang beraktivitas di dekat aliran air,” ujarnya.

Menurut Ferry, saluran irigasi bukan tempat yang aman untuk berenang maupun bermain. Arus air yang berubah-ubah dan kondisi saluran dapat membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak.

Ia meminta masyarakat tidak menganggap saluran irigasi sebagai lokasi bermain atau berenang demi mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain atau berenang di saluran irigasi karena sangat berisiko,” kata Ferry.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network