KARAWANG, iNEWSKarawang.id — Cuaca panas dan kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah membuat masyarakat Kabupaten Karawang diminta mewaspadai berbagai gangguan kesehatan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang mengingatkan sejumlah kondisi kesehatan yang dapat muncul akibat kurangnya cairan tubuh dan paparan sinar matahari dalam waktu lama.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu, mengatakan dehidrasi menjadi salah satu kondisi yang perlu diwaspadai selama cuaca panas.
“Di musim panas kebutuhan air itu penting sekali. Agar tidak terjadi kekurangan cairan yang akan menyebabkan dehidrasi, maka harus minum yang cukup,” ujar Yayuk, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, masyarakat perlu minum air putih secara rutin dan tidak menunggu sampai merasa haus. Ia menyebut konsumsi sekitar 200 cc atau satu gelas air setiap jam dapat membantu menjaga kecukupan cairan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Yayuk mengingatkan, dehidrasi yang berat dapat berdampak pada fungsi organ tubuh, termasuk ginjal.
“Jangan sampai dehidrasi. Karena kalau dehidrasi akut bisa ke arah gangguan ginjal sampai gagal ginjal,” katanya.
Selain dehidrasi, paparan sinar matahari dalam waktu lama juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada kulit. Kondisi tersebut terutama perlu diperhatikan oleh pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan, seperti petani dan pekerja konstruksi.
“Kalau panas terus-menerus dan terpapar, bisa ke arah kanker kulit. Makanya harus pakai pelindung kalau misalnya bekerja,” ujar Yayuk.
Karena itu, masyarakat yang bekerja atau beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan perlindungan seperti topi, payung, kacamata, pakaian pelindung dan pelindung kulit atau sunblock.
Dinkes Karawang juga memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang memiliki diabetes. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang mengalami gangguan saraf dan sirkulasi sehingga luka pada bagian tubuh tertentu terkadang tidak langsung terasa.
Yayuk meminta penderita diabetes menggunakan alas kaki saat beraktivitas, khususnya di tempat yang panas, untuk mencegah luka akibat panas atau gesekan.
“Jangan sampai kaki terkena panas secara langsung. Gunakan alas kaki untuk mencegah luka, karena pada penderita diabetes luka bisa lebih sulit ditangani,” katanya.
Dinkes Karawang mengimbau masyarakat memperbanyak konsumsi air putih, membatasi paparan sinar matahari secara langsung dan menggunakan perlindungan diri saat beraktivitas di luar rumah.
Langkah tersebut penting dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama cuaca panas dan kemarau panjang masih berlangsung.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
