KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan krisis air bersih semakin meluas di wilayah selatan Kabupaten Karawang. Sumur warga dan saluran air mengering, sehingga masyarakat terpaksa mencari sumber air alternatif demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sejak beberapa hari terakhir, warga Desa Wargasetra, Kecamatan Tegalwaru, setiap hari mendatangi Mata Air Binong yang berada di kaki Gunung Cipaga. Mereka berjalan sekitar satu kilometer sambil membawa galon dan jeriken untuk mengambil air bersih yang digunakan untuk minum, memasak, hingga mandi.
Salah seorang warga, Lukman, mengatakan Mata Air Binong menjadi andalan masyarakat karena debit airnya masih tetap mengalir meski musim kemarau berlangsung cukup lama. Ia mengaku telah memanfaatkan sumber mata air tersebut selama sekitar lima tahun.
“Setiap hari saya ke sini mengambil dua galon untuk kebutuhan air minum keluarga. Airnya berasal dari mata air pegunungan, jadi kami tidak perlu membeli air isi ulang,” ujar Lukman. Selasa,(4/8/2026).
Menurutnya, Mata Air Binong tidak pernah sepi pengunjung. Warga dari berbagai desa di Karawang Selatan datang silih berganti untuk mengambil air sehingga antrean hampir selalu terjadi setiap hari.
“Kalau musim kemarau seperti sekarang, dari pagi sampai sore selalu ada warga yang datang. Banyak juga yang berasal dari desa lain karena di tempat mereka air sudah sulit didapat,” katanya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mencatat dampak kekeringan terus meluas. Hingga awal Agustus 2026, sebanyak 4.044 kepala keluarga (KK) atau sekitar 12.155 jiwa di sembilan desa mengalami krisis air bersih.
Wilayah terdampak tersebar di empat kecamatan, yakni Tegalwaru, Ciampel, Pangkalan, dan Telukjambe Barat. Di sejumlah lokasi tersebut, sumur warga mengering dan saluran air tidak lagi mengalir sehingga masyarakat kesulitan memperoleh air bersih.
Kondisi ini menunjukkan dampak musim kemarau di Karawang Selatan semakin mengkhawatirkan.
Selama hujan belum turun, kebutuhan air bersih masyarakat diperkirakan terus meningkat dan sebagian warga masih harus bergantung pada sumber mata air alami seperti Mata Air Binong untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
