KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Wajah semringah tampak dari para orang tua siswa usai Bupati Karawang Aep Syaepuloh meluncurkan program modul pembelajaran gratis bagi seluruh siswa SD dan SMP negeri. Kebijakan yang bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2026 itu disambut antusias karena dinilai mampu menghapus beban biaya pembelian Lembar Kerja Siswa (LKS) yang selama ini mencapai ratusan ribu rupiah setiap semester.
Salah seorang orang tua siswa SDN Nagasari VI, Iyus, mengaku program tersebut sangat membantu kondisi ekonomi keluarganya. Ia memiliki dua anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar sehingga selama ini harus menyiapkan anggaran khusus untuk membeli LKS.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati Aep Syaepuloh dan Dinas Pendidikan. Program ini sangat meringankan kami sebagai orang tua. Uang yang biasanya dipakai membeli LKS sekarang bisa digunakan untuk kebutuhan anak yang lain,” ujar Iyus saat ditemui di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemda Karawang, Kamis (23/7/2026).
Ia mengungkapkan, sebelum adanya program tersebut dirinya harus mengeluarkan sekitar Rp150 ribu untuk setiap anak dalam satu semester. Dengan dua anak yang bersekolah di SD, total biaya pembelian LKS mencapai sekitar Rp300 ribu setiap enam bulan.
“Kalau LKS biasanya per semester. Satu anak sekitar Rp150 ribu, jadi dua anak kurang lebih Rp300 ribu. Sekarang tentu sangat membantu karena biaya itu bisa dialihkan untuk kebutuhan sekolah lainnya,” katanya.
Meski pembelian LKS di sekolah anaknya tidak diwajibkan, Iyus menilai modul pembelajaran gratis tetap memberikan manfaat besar, terutama bagi keluarga dengan lebih dari satu anak yang masih bersekolah.
Ia berharap program tersebut menjadi kebijakan berkelanjutan, bahkan ke depan dapat dilengkapi dengan penyediaan buku paket.
“Harapan saya program ini jangan berhenti sampai di sini. Semoga semester berikutnya tetap ada. Kalau nanti dilengkapi buku paket, tentu orang tua akan semakin terbantu,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Siti Anisah, orang tua siswa SMP Negeri 6 Karawang. Menurutnya, program modul gratis menjadi kabar baik karena mengurangi pengeluaran rutin keluarga setiap semester.
“Alhamdulillah sangat membantu. Biasanya kami harus menyiapkan uang khusus untuk membeli LKS. Sekarang anggaran itu bisa dipakai untuk uang saku anak, perlengkapan sekolah, atau kebutuhan sehari-hari,” kata Siti.
Ia menilai kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan sekaligus membantu masyarakat menghadapi tingginya biaya kebutuhan sekolah.
“Semoga program ini terus berlanjut dan kualitas modulnya semakin baik. Jadi anak-anak tetap mendapatkan materi belajar yang lengkap tanpa membebani orang tua,” tuturnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Karawang resmi meluncurkan program modul pembelajaran gratis bagi seluruh siswa SD dan SMP negeri pada peringatan Hari Anak Nasional 2026. Program tersebut menjadikan Karawang sebagai daerah pertama di Jawa Barat yang menggratiskan modul pembelajaran sehingga orang tua tidak lagi terbebani biaya pembelian LKS setiap semester.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan program itu merupakan hadiah Hari Anak Nasional bagi anak-anak Karawang sekaligus upaya meringankan beban ekonomi masyarakat.
Bahkan, ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Sekretaris Daerah mengkaji perluasan program agar ke depan juga dapat dinikmati siswa sekolah swasta dan madrasah.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Karawang Wawan Setiawan Natakusumah menjelaskan modul disusun oleh guru-guru terbaik melalui Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) untuk SD dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk SMP sesuai kurikulum.
Tambah Wawan, Setiap siswa akan menerima satu paket modul berisi seluruh mata pelajaran yang dapat digunakan di sekolah maupun di rumah sebagai bahan belajar.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
