30 Ribu Ton CBP di Karawang Diserang Kutu, Aktivis Pertanian Desak Audit Total dan Uji Laboratorium

Iqbal Maulana Bahtiar
30 Ribu Ton CBP di Karawang Diserang Kutu, Aktivis Pertanian Desak Audit Total dan Uji Laboratorium. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Disaat pemerintah pusat terus menggenjot program swasembada pangan dan memperkuat cadangan beras nasional, di Kabupaten Karawang malah ada temuan serangan hama kutu pada sekitar 30 ribu ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di Gudang Genesis, Karawang.

Diketahui, Beras yang disimpan pada kawasan pergudangan tersebut ada sebanyak 102 ton besar, 30 ribu diantaranya diserang hama kutu.

Menanggapi hal tersebut, Aktivis pertanian sekaligus pengamat olahan pangan di Karawang, Billi Suwandi, S.P., menilai temuan tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyimpanan cadangan beras nasional. Menurutnya, persoalan ini tidak boleh dipandang sebagai gangguan hama gudang biasa, melainkan sebagai peringatan terhadap tata kelola logistik pangan nasional.

“Di saat pemerintah pusat sedang gencar mendorong swasembada pangan, justru di Karawang sekitar 30 ribu ton Cadangan Beras Pemerintah diserang hama kutu. Ini ironi. Produksi terus digenjot, tetapi penyimpanan stok strategis juga harus dijaga. Jangan sampai kita berhasil di sawah, tetapi gagal di gudang,” kata Billi kepada Reporter iNewskarawang.id, Senin,(20/7/2026).

Menurutnya, skala beras yang terdampak bukanlah jumlah kecil. Sebanyak 30 ribu ton setara dengan 30 juta kilogram beras yang secara teoritis dapat memenuhi kebutuhan sekitar tiga juta orang selama satu bulan apabila rata-rata konsumsi mencapai 10 kilogram per orang.

“Cadangan Beras Pemerintah merupakan tabungan darurat negara. Beras ini disiapkan untuk menghadapi bencana, operasi pasar, stabilisasi harga, hingga kondisi darurat lainnya. Kalau tabungan pangan negara mengalami penurunan mutu akibat serangan hama, tentu harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Billi menjelaskan, persoalan tersebut memiliki tiga dimensi yang harus dipahami bersama, yakni skala, indikasi lemahnya sistem pengawasan, serta risiko terhadap kualitas pangan dan keuangan negara.

Editor : Frizky Wibisono

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network