Menurutnya, Theatre Night Mart sejak awal sudah menuai penolakan masyarakat karena persoalan perizinan. Bahkan, tempat hiburan malam itu pernah dipersoalkan karena beroperasi saat legalitasnya belum lengkap dan sempat ditutup sementara.
Kini, kata dia, Theatre Night Mart kembali menjadi sorotan setelah viralnya pesta gay yang berlangsung di lokasi tersebut.
“Kami menolak tempat hiburan malam yang menyediakan kemaksiatan. Karawang adalah kota santri, daerah yang memiliki sejarah panjang perjuangan dan keagamaan. Karena itu kami tidak rela Karawang dirusak oleh pihak yang hanya mengejar keuntungan semata,” tegas Ruhyat di hadapan massa aksi.
Ruhyat menegaskan pihaknya mendukung langkah pemerintah apabila berani mengambil keputusan menutup permanen Theatre Night Mart.
“Kami bersama Bupati Karawang apabila memang ingin menutup permanen tempat hiburan malam tersebut. Namun jika tidak ada tindakan tegas, masyarakat jangan disalahkan apabila bergerak sendiri menuntut penutupan tempat itu,” katanya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
