Alam Karawang di Titik Nadir.Di Balik Deru Mesin Pabrik, Nafas Sungai Kian Sesak

Iqbal Maulana Bahtiar
Alam Karawang di Titik Nadir: Di Balik Deru Mesin Pabrik, Nafas Sungai Kian Sesak. Foto : Istimewa

“Sepertinya kita masih condong pada kepentingan investasi dan penyerapan tenaga kerja, sehingga kecil kemungkinan ada sanksi tegas,” ujarnya.

Ia menegaskan, kasus pencemaran oleh industri skala besar seharusnya ditangani langsung oleh pemerintah pusat, bukan hanya pemerintah daerah.

Ancaman Krisis Ekologis di Depan Mata

Jika kondisi ini terus dibiarkan, Willy memperingatkan Karawang berpotensi menghadapi krisis ekologis di masa depan. Ia menyoroti alih fungsi kawasan perbukitan yang menjadi hulu sungai menjadi kawasan industri sebagai ancaman serius.

“Kalau hulunya saja sudah jadi drainase pabrik, maka jangan harap sungai di Karawang akan baik-baik saja,” tegasnya.

Ia berharap seluruh industri di Karawang dapat lebih taat terhadap aturan dan menjaga lingkungan, agar kerusakan tidak semakin meluas dan krisis ekologi dapat dihindari.

Editor : Frizky Wibisono

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network