Alam Karawang di Titik Nadir.Di Balik Deru Mesin Pabrik, Nafas Sungai Kian Sesak

Iqbal Maulana Bahtiar
Alam Karawang di Titik Nadir: Di Balik Deru Mesin Pabrik, Nafas Sungai Kian Sesak. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Fenomena berubahnya warna air Sungai Cigembol di Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel menjadi putih pekat memunculkan kekhawatiran serius terhadap kondisi lingkungan di Karawang. Peristiwa ini dinilai bukan sekadar insiden sesaat, melainkan bagian dari akumulasi persoalan lama akibat aktivitas industri.

Anggota Yayasan ForkadasC+, Willy Firdaus, menyebut perubahan warna air sungai tersebut diduga kuat disebabkan oleh sludge paper atau limbah sisa pengolahan bubur kertas yang seharusnya diolah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), namun justru terbuang ke aliran sungai.

“Berubahnya warna air di Sungai Cigembol itu dampak dari sludge paper yang harusnya diolah di IPAL, tapi malah terbuang ke drainase sehingga masuk ke sungai,” ujarnya. Minggu,(29/3/2026).

Sludge paper sendiri termasuk dalam kategori B3 (bahan berbahaya dan beracun) kategori 2. Meski tidak seberbahaya kategori 1, limbah ini tetap mengandung zat berbahaya, salah satunya logam berat merkuri (Hg) yang dalam sejumlah penelitian mencapai 2,4 ppm.

Ancaman Lombah Logam Berat dan Kerusakan Ekosistem

Menurut Willy, jika limbah tersebut terus mengendap di tanah atau perairan, maka berpotensi menimbulkan pencemaran serius dan berdampak jangka panjang terhadap lingkungan.

Ia juga menyoroti potensi perubahan morfologi sungai akibat aktivitas industri. Aliran sungai yang masuk ke kawasan pabrik dinilai mirip dengan kasus sebelumnya di wilayah lain di Karawang.

Editor : Frizky Wibisono

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network