JAKARTA, iNewsKarawang.id - Arus mudik dan balik lebaran 2026 berlangsung lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menilai hal itu dalam keterangan resmi, Sabtu (28/3/2026).
Lanjut Dody, kondisi ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor serta dukungan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau bekerja dari luar kantor yang membantu mendistribusikan waktu perjalanan masyarakat.
Dody mengatakan, kolaborasi antara pemerintah, operator jalan tol, hingga aparat kepolisian menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus kendaraan selama periode lebaran.
"Secara umum lebih baik. Ini hasil kerja bersama, mulai dari kesiapan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, hingga kebijakan WFA yang membuat pergerakan masyarakat lebih tersebar,” ujar Dody.
Kinerja lalu lintas pada arus balik juga menunjukkan perbaikan. Kecepatan rata-rata kendaraan meningkat sekitar 4 persen menjadi 83,68 kilometer per jam, sedangkan waktu tempuh perjalanan Semarang-Jakarta menyusut sekitar 3,8 persen menjadi 5 jam 12 menit.
Meski demikian, pemerintah tetap mencermati sejumlah titik rawan kepadatan, khususnya di kawasan rest area Tol Jakarta-Cikampek.
Dody menyoroti perlunya penataan ulang rest area KM 57 dan KM 62 guna memperbaiki akses keluar-masuk kendaraan dan mencegah antrean yang meluber ke badan jalan.
"Setelah arus balik, kami akan bentuk tim khusus untuk memperbaiki layout dan akses rest area agar ke depan lebih tertata," katanya.
Selain itu, Kementerian PU juga menekankan pentingnya menjaga kondisi jalan tol tetap layak fungsi selama periode arus mudik dan balik. Penanganan kerusakan jalan, seperti lubang, diminta dilakukan maksimal dalam waktu 1x24 jam agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas maupun membahayakan pengguna jalan.
Editor : Boby
Artikel Terkait
