Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas
Advertisement . Scroll to see content

Bahaya Hamil di Usia Muda, Dinkes Karawang : Risiko Kematian Ibu dan Bayi Tinggi

Rabu, 21 Oktober 2026 | 21:08 WIB
  • author Nurul Rahma Amalia
Bahaya Hamil di Usia Muda, Dinkes Karawang : Risiko Kematian Ibu dan Bayi Tinggi
Dinkes Karawang mengingatkan bahaya kehamilan di usia muda, mulai dari risiko komplikasi hingga kematian ibu dan bayi. Sebanyak 588 calon pengantin ditemukan mengalami anemia selama Januari–Juli 2026. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Kehamilan di usia muda berisiko membahayakan kesehatan ibu dan bayi. Mulai dari komplikasi kehamilan, bayi lahir dengan berat badan rendah, hingga risiko kematian, menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang.

Dinkes mengimbau remaja agar tidak terburu-buru menikah dan merencanakan kehamilan sebelum memiliki kesiapan fisik serta kesehatan reproduksi yang memadai.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Karawang, Nurmala Hasanah, mengatakan perempuan idealnya merencanakan kehamilan saat berusia minimal 20 tahun dengan kondisi kesehatan yang baik.

Menurutnya, kehamilan sebelum usia 20 tahun perlu mendapat perhatian khusus karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi ibu dan janin.

“Kalau sebelum 20 tahun dia hamil, kondisi rahimnya juga belum baik untuk menjaga kesehatan janin. Risikonya bisa terjadi kematian bayi, berat badan lahir rendah, hingga komplikasi yang membahayakan ibu dan bayi,” ujar Nurmala, Rabu (21/10/2026).

Ia menegaskan, kehamilan di usia muda bukan hanya berkaitan dengan kesiapan mental dan ekonomi, tetapi juga menyangkut keselamatan ibu dan bayi.

“Jangan sampai kehamilan terjadi ketika kondisi fisik belum siap. Kesehatan ibu sangat penting karena akan berpengaruh terhadap proses kehamilan dan kondisi janin yang dikandung,” tegasnya.

Selain faktor usia, kondisi kesehatan calon ibu juga berpengaruh terhadap kehamilan. Karena itu, Dinkes Karawang mendorong pemeriksaan kesehatan calon pengantin, meliputi kadar hemoglobin (Hb), tekanan darah, gula darah, serta skrining HIV, sifilis, dan hepatitis melalui pemeriksaan triple eliminasi.

“Dari hasil skrining calon pengantin selama Januari hingga Juli 2026, Dinkes Karawang menemukan sekitar 588 calon pengantin mengalami anemia,” paparnya.

Nurmala mengatakan, anemia perlu ditangani sebelum kehamilan agar kondisi kesehatan calon ibu lebih siap.

“Kalau ditemukan anemia, kita edukasi untuk mengonsumsi makanan bergizi dan minum tablet tambah darah supaya ketika hamil kondisinya sudah lebih sehat,” katanya.

Ia menjelaskan, skrining kesehatan calon pengantin bukan bertujuan melarang seseorang menikah, melainkan untuk mengetahui kondisi kesehatan dan membantu pasangan mempersiapkan kehamilan secara lebih aman.

“Pemeriksaan ini untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Kalau ada masalah, bisa ditangani lebih awal sehingga ketika merencanakan kehamilan, kondisi ibu sudah lebih baik,” jelas Nurmala.

Sementara itu, bagi remaja yang sudah terlanjur hamil, Dinkes tetap mendorong pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) secara rutin. 

“Pemeriksaan dianjurkan minimal enam kali selama kehamilan, termasuk pemeriksaan dokter pada trimester pertama dan ketiga serta pemeriksaan ultrasonografi (USG),” timpalnya.

Ibu hamil berusia muda juga membutuhkan pendampingan lebih intensif sejak masa kehamilan, persalinan, hingga nifas. Langkah ini diperlukan untuk memantau kondisi ibu dan janin serta mengantisipasi kemungkinan komplikasi.

Nurmala mengimbau para remaja untuk menjaga kesehatan reproduksi, memprioritaskan pendidikan, dan mempersiapkan masa depan sebelum memutuskan menikah.

“Untuk anak-anakku, para remaja, hormatilah diri sendiri, jaga kesehatan reproduksi, dan hargai diri sendiri untuk masa depan. Gapailah cita-cita,” pungkasnya.

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut