Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas
Advertisement . Scroll to see content

Mencekam! Warga Cikampek Diduga Diteror Sekelompok Orang Bersenjata Tajam Tengah Malam

Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:43 WIB
  • author Iqbal Maulana Bahtiar
Mencekam! Warga Cikampek Diduga Diteror Sekelompok Orang Bersenjata Tajam Tengah Malam
Warga Cikampek mengaku diteror sekelompok orang diduga membawa senjata tajam tengah malam. LBH Jala Paksi mendampingi korban melapor ke polisi. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Suasana malam di Desa Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, mendadak mencekam. Seorang ibu rumah tangga berinisial Agnes (41) mengaku diteror sekelompok orang yang diduga membawa senjata tajam ke rumahnya, Senin (19/10/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Aksi tersebut diduga melibatkan sejumlah orang yang disebut-sebut merupakan anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM). Mereka diduga berteriak, menggedor rumah, hingga memukul dan mengayunkan senjata tajam ke arah pagar rumah korban. Insiden itu membuat Agnes dan keluarganya ketakutan, bahkan anak-anaknya menangis.

Merasa terancam, Agnes meminta bantuan perangkat desa dan warga sekitar. Ia kemudian mendapat pendampingan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jala Paksi untuk melaporkan dugaan pengancaman tersebut ke Polresta Karawang, Selasa (20/10/2026) malam.

Ketua LBH Jala Paksi, Fajar Ramadan, mengatakan pihaknya melaporkan dugaan pengancaman yang diduga dilakukan secara bersama-sama oleh lima orang.

“Kami melaporkan dugaan pengancaman secara bersama-sama. Mereka diduga datang ke rumah korban membawa senjata tajam, menggedor-gedor, berteriak, dan melakukan intimidasi,” kata Fajar di Mako Polresta Karawang.

Menurut Fajar, peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan mobil milik tetangga Agnes yang sebelumnya bermasalah dengan pihak leasing. Mobil itu disimpan di rumah Agnes dan diduga hendak diambil oleh para terlapor.

Dalam kejadian tersebut, seorang terlapor berinisial Gtr diduga membawa parang dan memukulkannya ke pagar rumah. Terlapor lainnya berinisial RG juga diduga datang membawa parang dan mengayunkannya ke arah pagar.

Namun, dugaan keterlibatan masing-masing orang serta motif kejadian tersebut masih perlu didalami melalui proses penyelidikan kepolisian.

Agnes mengaku tidak mengetahui persoalan mobil yang diduga menjadi pemicu kedatangan mereka. Ia menyayangkan tindakan yang disebutnya membuat keluarganya ketakutan di rumah sendiri.

“Saya merasa terancam. Kami tidak punya masalah dengan mereka, tetapi mereka datang membawa senjata tajam. Keluarga saya ketakutan, sampai anak-anak menangis,” ungkap Agnes.

Ia berharap persoalan apa pun yang melibatkan pihak lain tidak diselesaikan dengan intimidasi, terlebih dengan membawa senjata tajam ke rumah warga pada malam hari.

“Kalau memang ada persoalan, seharusnya dibicarakan baik-baik. Jangan sampai datang ke rumah membawa senjata tajam. Kami ingin merasa aman di rumah sendiri,” tegasnya.

Agnes juga mengaku sebelumnya telah meminta bantuan pemerintah desa agar kejadian tersebut ditindaklanjuti. Namun, menurut pengakuannya, laporan yang hendak disampaikan ke Polresta Karawang saat itu diarahkan untuk menjalani mediasi di Polsek Cikampek.

Atas kejadian tersebut, LBH Jala Paksi meminta kepolisian menindaklanjuti laporan dan menyelidiki dugaan pengancaman sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami berharap polisi segera menyelidiki perkara ini secara profesional agar korban mendapatkan kepastian hukum dan masyarakat merasa aman,” pungkas Fajar.

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut