Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas
Advertisement . Scroll to see content

Sambut Tahun Baru Islam, MUI Karawang Ajak Warga Tingkatkan Keimanan dan Kepedulian Sosial

Senin, 15 Juni 2026 | 20:35 WIB
  • author Nurul Rahma Amalia
Sambut Tahun Baru Islam, MUI Karawang Ajak Warga Tingkatkan Keimanan dan Kepedulian Sosial
Ketua MUI Karawang, Tajudin Noor. (Foto : Istimewa).

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang, Tajudin Noor, mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai sarana introspeksi diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

Menurutnya, bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan kebaikan.

“Memasuki bulan Muharram yang dimuliakan Allah, mari kita manfaatkan untuk melakukan hal-hal terbaik yang bisa kita lakukan,” ujar Tajudin Noor, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, pergantian tahun Hijriah menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir sekaligus memohon kepada Allah SWT agar diberikan kesempatan memperbaiki diri di tahun yang baru.

“Masyarakat dianjurkan memperbanyak doa akhir tahun dan doa awal tahun sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.

Tajudin juga menyambut positif tradisi pawai obor yang selama ini digelar masyarakat Karawang dalam menyambut Tahun Baru Islam. Menurutnya, tradisi tersebut merupakan bagian dari syiar Islam dan kearifan lokal yang perlu dijaga.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pelaksanaannya tetap tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.

“Jangan sampai kegembiraan kita mengganggu orang lain atau menyusahkan masyarakat,” tegasnya.

Ia menyarankan pawai obor dilaksanakan secara sederhana setelah salat Magrib dengan rute yang tidak terlalu jauh agar tetap aman dan kondusif.

Selain pawai obor, Tajudin mengajak masyarakat mengisi malam pergantian tahun Hijriah dengan kegiatan keagamaan seperti istigasah, dzikir, dan doa bersama di masjid maupun musala.

“Jangan sampai fokusnya hanya pada pawai obor. Masyarakat juga sebaiknya mengisi malam tahun baru Islam dengan istigasah dan munajat bersama kepada Allah SWT,” ujarnya.

Tajudin turut mengingatkan keutamaan puasa sunnah di bulan Muharram, terutama puasa Tasu’a pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram.

“Puasa Asyura memiliki keutamaan, salah satunya menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu,” tandasnya.

Melalui momentum Tahun Baru Islam, MUI Karawang berharap masyarakat tidak hanya merayakannya secara seremonial, tetapi juga menjadikannya sebagai sarana meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kepedulian sosial.

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut